Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan kegiatan belajar mengajar di lokasi banjir di Jawa Timur sudah mulai berjalan seperti biasa. Sehingga tidak diperlukan dispensasi dalam pelaksanaan USBN.
"Tidak perlu (dispensasi ujian), mereka bisa menyesuaikan diri. Akan kita drop bahan bantuan untuk USBN, insyaAllah tidak terlalu masalah. Ini juga sudah mulai aktivitas belajar," kata Muhadjir dalam keterangan pers di Jakarta, Senin, 11 Maret 2019.
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengatakan, berdasarkan hasil penyisiran di lokasi bencana, tidak ada kerusakan yang bersifat berat di sekolah-sekolah. Ia menyebutkan, sejumlah sarana prasarana di sekolah, seperti perangkat komputer dan buku-buku di perpustakaan mengalami kerusakan.
"Sekolah-sekolah memang ada kerusakan tapi tidak fatal, hanya kerusakan ringan. Fasilitas-fasilitas sekolah, buku-buku di perpustakaan yang terendam air, alat elektronik, komputer, alat musik tidak dapat digunakan lagi, nanti dari pemerintah pusat akan ada bantuan, akan kita rumuskan dulu kerja sama dengan kabupaten, untuk SMK bekerja sama dengan Pemprov," paparnya.
Baca: Madiun Darurat Banjir
Sebanyak 15 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur diterjang bencana banjir. Banjir terjadi selama tiga hari sejak Selasa-Kamis, 5-7 Maret 2019. "Banjir ini akibat diguyur hujan dengan intensitas hujan tinggi," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, saat meninjau banjir di Madiun, Kamis, 7 Maret 2019.
Adapun 15 kabupaten yang dilanda banjir, yaitu Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Nganjuk, Ngawi, Magetan, Madiun, Kediri, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, dan Blitar. Dari belasan kabupaten tersebut, Kabupaten Madiun menjadi daerah terparah dilanda banjir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News