Edukasi Seni Hilangkan Trauma Anak Usia Dini
Suasana lomba melukis dan mewarnai anak usia dini di kamp pengungsian Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, istimewa.
Jakarta:  Mengikis rasa trauma pascabencana pada anak usia dini perlu dilakukan dengan cara yang berbeda dengan orang dewasa.  Salah satu cara yang efektif adalah melalui kegiatan seni, seperti melukis dan mewarnai.

Kegiatan seni pula yang melatarbelakangi Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam Divif 3/Kostrad (Satgas Gulben Divif 3/K) saat menggelar lomba lukis untuk anak usia dini korban bencana Sulawesi Tengah.  Lomba dilakukan di kamp pengungsian Kelurahan Kayumalue, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Selasa, 22 Oktober 2018.


Satgas yang berasal dari Batalyon Arhanud 16/Sula Buana Chakti (Yon Arhanud 16/SBC) itu sengaja datang ke kamp pengungsian untuk menghibur anak-anak korban gempa. Selain itu, lomba melukis itu juga merupakan inovasi, untuk menghilangkan trauma anak usia dini pascabencana gempa dan tsunami di kamp pengungsian.

"Agar menarik mereka (anak-anak usia dini), kita improvisasi kegiatan dalam bentuk lomba seni mewarnai. Ini akan menarik dan mengalihkan perhatian mereka, dari kondisi yang tengah dialaminya," jelas Danyon (Komandan Batalyon) Arhanud-16/SBC, Letkol Agung Rahman Wahyudi dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2018.

Baca: Mendikbud Tekankan Penggunaan Tenda Darurat Hanya Sementara

Program hasil kerja sama Dinas Pendidikan Gorontalo bidang PAUD, Mandiri Gorontalo dan PT Garuda Food ini berhasil menghadirkan kegembiraan bagi anak-anak PAUD wilayah Palu Utara.  Lomba ini merupakan kegiatan tambahan bagi anak-anak PAUD Kecamatan Palu Utara.  Setelah sebelumnya, sejumlah kegiatan sudah berjalan di kamp pengungsian Divisi 3/Kostrad.

Kepala Sekolah Pendidikan nonformal Kecamatan Palu Utara, Edeltrudis Monza, dan Pengawas TK Kecamatan Palu Utara, Zartin Tumpugi menyambut positif kegiatan ini.  Menurut mereka kegiatan ini tidak hanya berhasil menghibur dan mengikis trauma, namun juga mendorong dan mengedukasi seni anak-anak.

"Kita mengapresiasi langkah ini, semoga dapat diikuti di kamp lainnya, karena  untuk anak seusia mereka harus ada formula yang berbeda,"ujar Edeltrudis.



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id