Menristekdikti. Mohamad Nasir, Humas Kemenristekdikti.
Menristekdikti. Mohamad Nasir, Humas Kemenristekdikti.

Indonesia Krisis Dosen Milenial

Pendidikan Pendidikan Tinggi
Citra Larasati • 30 Oktober 2018 16:08
Jakarta:Indonesia mengalami krisis dosen muda. Dari total 280.366 dosen di Indonesia, hanya 40,6%-nya saja yang berusia di bawah 40 tahun, sementara sisanya berada di rentang usia 41-80 tahun.
 
"Bahkan dari 40,6% tersebut, hanya sekitar 24 ribu (8%) dosen di antaranya yang berusia di bawah 30 tahun," kataMenteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasirusai Malam Anugerah Diktendik Berprestasi tahun 2018, di jakarta, Senin (malam), 29 Oktober 2018.
 
Melihat angka tersebut, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berencana terus mendongkrak jumlah dosen dari kalangan milenial. Nasirmengatakan, Kemenristekdikti memiliki sejumlah terobosan untuk meningkatkan jumlah dosen muda bergelar doktor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya melalui programPendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU). Program ini telah melahirkan dosen-dosen muda, serta 261 publikasi internasional dari pesertabatchI danbatchII.
 
"Bahkan saya targetkan, (dari program ini) 25 tahun sudah jadi Doktor. Dari program PMDSU ini juga, diharapkan dapat lahir generasi dosen muda Indonesia," tegas Nasir.
 
Baca:Tenaga Kependidikan Bisa Raih Beasiswa ke Luar negeri
 
Jumlah dosen muda perlu didorong karena berbagai sebab. Di antaranya karena dosen muda dinilai lebih memiliki kualifikasi dan kepekaan terhadap era revolusi industri 4.0. Selain itu, karena tingginya potensi produktivitas dosen muda, terutama dalam hal menghasilkan publikasi ilmiah internasional.
 
"Capaiannya sungguh luar biasa, ada yang bisa menghasilkan delapan publikasi internasional per tahun. Kami juga melihat, bahwa para dosen berprestasi yang mendapat penghargaan malam ini banyak yang berasal dari generasi muda," terang Nasir.
 
Malam Anugerah Diktendik Berprestasi tahun 2018 dihadiri oleh sejumlah pejabat di kalangan Kemenristekdikti, seperti Inspektur Jenderal Kemenristekdikri, Jamal Wiwoho, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III Jakarta, Illah Sailah, dan sejumlah rektor PTN dan PTS.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi