NEWSTICKER
Dokter FKUI. Foto: MI/Panca Syurkani
Dokter FKUI. Foto: MI/Panca Syurkani

Virus Korona

Lawan Korona, Dokter dan Mahasiswa FKUI Siap Jadi Relawan

Pendidikan Virus Korona Pendidikan Tinggi
Ilham Pratama Putra • 17 Maret 2020 20:30
Jakarta: Dokter dan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) siap ambil bagian untuk menjadi relawan penanganan virus Korona atau coronavirus disease (covid-19). Mereka akan turun ke lapangan jika dibutuhkan pemerintah di rumah sakit.
 
"Dokter dan mahasiswa FKUI siap jadi relawan,"kata Dekan FKUI, Ari Fahrial kepadaMedcom.id, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Bahkan dalam membantu pemerintah menghadapi kasus covid-19, FKUI telah menyiapkan laboratorium mikrobiologi klinik terstandarisasi WHO. Laboratorium itu mampu memeriksa virus sekelas Korona.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Laboratorium Mikrobiologi Klinik yang merupakan Unit Kerja Khusus (UKK) yang memiliki pengalaman pemeriksaan secara profesional saat menghadapi kasus pandemik H1N1, H5N1, dan HIV, dengan kapasitas Biosafety Level 2 (BSL2) dan BSL3," ujar Ari.
 
Dia mengatakan, sejak munculnya virus Korona, FKUI telah melakukan berbagai macam upaya pencegahan. Bahkan Pihak UI sendiri telah merancang aplikasi pendeteksi virus korona.
 
"FKUI sedang melakukan penelitian riset berkolaborasi dengan RS Persahabatan, RSPAD Gatot Subroto, RS Sanglah Bali, dan RS Mattaher Jambi yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia," lanjut dia.
 
Baca juga:Mahasiswa Kedokteran Diminta Jadi Tenaga Medis Tambahan
 
FKUI juga merencanakan untuk membuat berbagai macam klinik, epidemiologi dan pengembangan vaksin Covid-19. Pihaknya bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam mencari vaksin korona.
 
"Terdapat beberapa senyawa yang berpotensi menghambat dan mencegah virus tersebut. Senyawa tersebut antara lain Kesperidin, Rhamnetin, Kaempferol, Kuersetin, dan Myricetin yang terkandung dalam daging buah jambu biji, kulit jeruk, dan daun kelor," jelas Ari.
 
Namun tentunya penelitian tersebut mesti harus dilanjutkan. Sementara, UI saat ini tengah memproduksi secara massal produk hand sanitizer atau cairan antiseptik.
 
"Handsanitizer tersebut sejauh ini telah disebarkan dan dibagikan pada sivitas FKUI, RSCM, dan RSUI," ujar dia.
 
Selain itu, pihaknya juga mengambil peran dalam pencegahan Korona di bidang transportasi publik. UI bekerja sama dengan Lintas Raya Terpadu (LRT) melakukan sosialisasi tentang bagaimana melakukan perjalanan yang aman dengan transportasi publik.
 
Saat ini beberapa pakar FKUI juga terlibat dalam gugus tugas percepatan penanganan Korona bentukan pemerintah. "FKUI terlibat pada penelitian yang dibantu oleh Ristek, meliputi Penelitian epidemiologi, uji klinik obat, uji klinik suplemen, pengembangan kit diagnostic, dan vaksin," sebut dia.
 
Sebelumnya,Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko turut berkoordinasi dengan perguruan tinggi dalam mencegah penyebaran virus korona atau coronavirus disease (covid-19). Moeldoko meminta bantuan kepada Fakultas Kedokteran (FK) untuk menyiapkan mahasiswanya sebagai tenaga medis tambahan.
 
“Kita harus saling memahami situasi yang terjadi sekarang, bahwa persoalan korona semakin meluas. Maka perlu kolaborasi secara masif termasuk dengan pihak perguruan tinggi,” kata Moeldoko dalam rapat koordinasi antisipasi pandemik di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Jumat 13 Maret 2020.
 
Bahkan Moeldoko meminta Rumah Sakit Pendidikan dapat dijadikan tempat pemeriksaan virus korona. Moeldoko juga menyampaikan, perlunya ‘suara’ yang sama antar fakultas di perguruan tinggi soal menghadapi korona.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif