Anggota Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen Ditjen Dikti Kemendikbud Sutikno. Zoom.
Anggota Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen Ditjen Dikti Kemendikbud Sutikno. Zoom.

Kemendikbud: Cegah Plagiarisme Sejak Tahap Usulan Penelitian

Ilham Pratama Putra • 27 April 2021 14:25
Jakarta: Tindakan plagiarisme di perguruan tinggi masih kerap terjadi. Terbaru, adanya dugaan kasus plagiat terhadap Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Fathur Rokhman pada disertasinya dalam menyelesaikan studi S3.
 
Terkait kejadian itu, Anggota Tim Penilai Jabatan Akademik Dosen Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sutikno menyampaikan bahwa terdapat cara untuk mencegah plagiarisme di perguruan tinggi. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah kehati-hatian ketika penyusunan usulan penelitian.
 
"Sebab, itu merupakan akar daripada ide yang akan dijadikan pokok pembahasan," kata Sutikno dalam Webinar Plagiarism dan Wajah Masa Depan Dunia Akademik Fakultas Hukum Universitas Mataram, Selasa, 27 April 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat mengemukakan ide, kata dia, harus dilihat apakah ada indikasi tindak plagiarisme. Penelitian baru bisa diteruskan apabila tidak berpotensi mengandung unsur plagiat.
 
"Plagiat itu dari ide penelitian, dari usulan penelitian. Untuk menghasilkan ide penelitian yang original, ini harus didasari kajian literasi yang cukup merinci," ungkap dia.
 
Baca: Studi: Tindakan Plagiat Sudah Masif Dilakukan Sejak SD
 
Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) di Unnes itu memiliki kiat sendiri dalam melakukan pencegahan. Dia membiasakan untuk meminta mahasiswa S1 membawa minimal 100 paper dari jurnal internasional.
 
"Saya tidak menerima mahasiswa yang langsung membawa proposal. Saya ajak bahas topik riset kita dan ajak menganalisis dulu, mereview paper kira-kira riset gap di mana," ujarnya.
 
Setelah analisis, lanjutnya, barulah mahasiswa tersebut dapat menyusun dan mengajukan proposal. Berangkat dari hal tersebut, tindakan plagiarisme dapat dicegah karena mahasiswa sendiri telah memahami apa yang akan dibahas dari penelitiannya.
 
"Jadi dari awal penelitian kita sudah yakin bahwa ide penelitian itu original. Kemudian lanjut ke pelaksanaan penelitian, pemantauan dan evaluasi penelitian, kemudian pelaporan hasil penelitian dan publikasi dan registrasi hasil penelitian," tutur dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif