CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, memaparkan keunggulan Indonesia yang mulai mendominasi sektor strategis internasional. Mulai dari peringkat pertama dunia di sektor busana Muslim hingga posisi kedua pada sektor pariwisata ramah Muslim, farmasi, serta kosmetik halal.
Meski pemerintah telah merespons peluang ini dengan kebijakan terintegrasi, Mirdal mengingatkan mimpi untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia memerlukan ekosistem yang lebih solid. Dia menyatakan transformasi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah global yang menyejahterakan rakyat hanya dapat terwujud jika fondasi ekosistemnya diperkuat.
Fondasi tersebut harus diperkuat melalui sinergi kebijakan, pengembangan talenta SDM syariah, digitalisasi keuangan, hingga peningkatan literasi masyarakat.
"Event ini merupakan diskusi panel strategis yang mempertemukan policy makers, pelaku industri, dan pelaku bisnis untuk membahas dan mendorong Indonesia sebagai pemimpin ekonomi syariah global. Semoga acara yang kami gelar hari ini bisa memberikan manfaat untuk kemajuan dan kesejahteraan kita semua, rakyat, dan bangsa Indonesia," ujar Mirdal saat membuka acara Metro TV Sharia Economic Forum: Accelerating Growth and Prosperity Path to Global Impact, di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Melalui forum ini, diharapkan dapat lahir rekomendasi kebijakan yang konkret dan inovatif. Sehingga, ekonomi syariah tidak hanya menjadi sektor alternatif, melainkan motor utama pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Forum yang berkolaborasi dengan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini menghadirkan jajaran praktisi dan narasumber ahli di bidangnya. Tokoh-tokoh kunci yang hadir sebagai narasumber antara lain Menteri Agama, Nasaruddin Umar; Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa; Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita; dan Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu. Kehadiran para narasumber ini menegaskan komitmen lintas sektor dalam memperkuat ekosistem halal nasional. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News