Pesan tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. saat menyampaikan orasi pada Wisuda ke-87 Universitas Tarumanagara (Untar) di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu, 16 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut dikukuhkan 2.576 wisudawan yang terdiri dari program sarjana, program profesi, magister, dan doktor.
Suyudi menyampaikan orasi bertajuk "Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Dia menegaskan ancaman narkotika tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat melemahkan kualitas generasi penerus bangsa.
"Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila generasi mudanya sehat, tangguh, produktif, menguasai teknologi, serta bebas dari narkoba,” ujar Syudui dalam keterangan tertulis, Senin, 18 Mei 2026.
Menurut dia, generasi muda perlu mengambil peran sebagai agen perubahan melalui edukasi anti narkoba, agen literasi digital lewat penyebaran konten positif, serta problem solver yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan sosial di masyarakat.
Baca Juga :
Untar PTS Nomor 1 di Indonesia dalam Kategori Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
"Bagi seluruh lulusan, baik dari jenjang sarjana, magister, hingga doktor, kalian menjadi bukti komitmen Untar dalam pencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Amad didampingi Ketua Pengurus Yayasan Tarumanagara, Ariawan Gunadi, yang juga sebagai penasihat ahli BNN RI.
Wisuda ke-87 Untar turut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (LLDikti) Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan. Dia mengingatkan agar pendidikan tidak berhenti sebagai capaian akademik semata, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa dampak positif bagi masyarakat.
Wisuda kali ini juga menghadirkan nuansa budaya Lampung melalui tema “Move Beyond dalam Semangat Sakai Sambayan”. Nuansa tersebut ditampilkan melalui tari “Muli Sambaian” yang dibawakan mahasiswi Fakultas Psikologi melalui Unit Kegiatan Ekstrakurikuler Padmanagara. Tradisi ini sebagai bagian dari komitmen kampus dalam melestarikan budaya Nusantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News