Puasa. DOK Freepik
Puasa. DOK Freepik

Puasa Zulhijah Tanggal Berapa? Simak Jadwal Lengkap, Dalil, dan Keutamaannya

Renatha Swasty • 18 Mei 2026 11:38
Ringkasnya gini..
  • Puasa Zulhijah jatuh pada pada Senin, 18 Mei 2026.
  • Secara hukum fiqih, melaksanakan puasa Zulhijah adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan.
  • Datangnya bulan Zulhijah adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk membersihkan diri dari dosa.
Jakarta: Bulan Zulhijah merupakan salah satu bulan yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji, bulan ini juga dipenuhi amalan sunah yang sangat dianjurkan.
 
Salah satu amalan yang paling utama dan banyak dinantikan adalah pelaksanaan puasa sunah Zulhijah. Oleh karena itu, banyak umat Islam sudah mulai mencari jadwal lengkap puasa di bulan ini.
 
Kesempatan emas untuk mendapat pahala tidak hanya diberikan kepada umat Islam yang tengah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci. Siapa pun mendapat kesempatan beramal meskipun dalam bentuk ibadah yang berbeda di rumah masing-masing.

Melaksanakan puasa Zulhijah bukan hanya sekadar menahan diri dari lapar, dahaga, atau hal yang membatalkan. Bulan ini menjadi momen yang tepat untuk memperbaiki diri, mempertebal keimanan, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 
Dengan mengetahui jadwal lengkap dan keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. Yuk simak rincian tanggal pelaksanaan, dalil-dalil, hingga keutamaannya berikut ini.

Jadwal Puasa Zulhijah 2026

Mengutip laman Baznas Kota Semarang, tanggal 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Oleh karena itu, umat Islam dapat mulai melaksanakan puasa sunah sejak hari pertama dengan urutan lengkap sebagai berikut:
  1. 1 Zulhijah: Senin, 18 Mei 2026
  2. 2 Zulhijah: Selasa, 19 Mei 2026
  3. 3 Zulhijah: Rabu, 20 Mei 2026
  4. 4 Zulhijah: Kamis, 21 Mei 2026
  5. 5 Zulhijah: Jumat, 22 Mei 2026
  6. 6 Zulhijah: Sabtu, 23 Mei 2026
  7. 7 Zulhijah: Minggu, 24 Mei 2026
  8. 8 Zulhijah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
  9. 9 Zulhijah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Dalil dan Hukum Puasa Zulhijah

Secara hukum fiqih, melaksanakan puasa ini adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Landasan utamanya merujuk pada hadis riwayat At-Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas ra, ketika Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan amal saleh di awal bulan ini:
 
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ما من أيام العمل الصالح فيهن أحb إلى الله من هذه الأيام العشر
 
Artinya: Rasulullah saw berkata, “Tiada ada hari lain yang disukai Allah swt untuk beribadah seperti sepuluh hari ini” (HR At-Tirmidzi).
  Menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari, ibadah puasa secara otomatis termasuk ke dalam anjuran hadis tersebut karena puasa merupakan bagian utama dari amal saleh. Oleh karena itu, para ulama sepakat menjadikan hadis ini sebagai dalil kuat atas kesunahan melaksanakan puasa di awal bulan Zulhijah.
 
Sementara itu, kata sepuluh hari yang tercantum dalam teks hadis, Imam An-Nawawi menegaskan bahwa maksud dari istilah tersebut sebenarnya hanyalah sembilan hari pertama saja yang terhitung sejak tanggal satu Zulhijah. Pembatasan ini dilakukan karena hari kesepuluh sudah memasuki Hari Raya Iduladha, yang secara hukum syariat telah diharamkan bagi umat Islam untuk berpuasa.

Keutamaan Utama Puasa Zulhijah

Melansir laman NU Online, terdapat tiga keutamaan besar bagi umat Muslim yang mengamalkan puasa ini:

1. Dilipatgandakan Pahala Setara Satu Tahun

Satu hari berpuasa di bulan ini mendapatkan ganjaran yang sangat besar dari Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
 
مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
 
Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Zulhijah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar.” (HR At-Tarmidzi).

2. Menghapus Dosa Dua Tahun 

Puncak dari puasa ini adalah Puasa Arafah pada 9 Zulhijah yang dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun lalu dan setahun yang akan datang:
 
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ
 
Artinya: “Puasa Arafah (9 Zulhijah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim).

3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka

Pada hari Arafah, Allah SWT lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibandingkan dengan hari-hari lainnya:
 
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟
 
Artinya: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, “Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).
 
Datangnya bulan Zulhijah adalah kesempatan emas bagi setiap muslim untuk membersihkan diri dari dosa. Mengingat begitu besarnya pahala yang diberikan, sayang jika hari-hari penuh berkah ini terlewat begitu saja tanpa diisi dengan ibadah puasa. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA