Hal ini disampaikan Abdul Mu’ti usai melakukan kunjungan kerja ke SMP Negeri 2 Depok dan SD Negeri Depok Baru 8, Senin, 30 Maret 2026 Dalam kunjungannya, Mu'ti memantau langsung penerapan konsep green school atau sekolah Adiwiyata yang sejalan dengan program prioritas Presiden, yaitu budaya ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti di SMPN 2 Depok. Foto: Medcom/Citra Larasati
“Alhamdulillah, ada sekitar 98 persen lebih tinggi dari yang tingkat SLTA (SMA). Walaupun tidak wajib, tapi alhamdulillah hampir 100 persen siswa akan mengikuti TKA di tahun 2026,” ujar Abdul Mu’ti.
Bukan Penentu Kelulusan, tapi Kunci Jalur Prestasi
Mendikdasmen menegaskan, TKA bukanlah penentu kelulusan siswa. Sesuai undang-undang, kelulusan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Namun, hasil TKA memiliki peran strategis dalam Sistem Penerimaan Siswa Baru (SPMB), khususnya bagi mereka yang ingin masuk melalui jalur prestasi.“TKA ini sangat penting untuk mengukur kemampuan akademik anak-anak kita. Nanti hasil TKA itu akan menjadi salah satu aspek dalam SPMB jalur prestasi. Jadi jalur prestasi itu nanti ada nilai rapor dan ada hasil tes TKA,” jelasnya.
Ia menambahkan, komponen nonakademik dalam jalur prestasi juga mencakup pencapaian di bidang olahraga, seni, serta kepemimpinan di sekolah. Kombinasi nilai rapor dan hasil TKA akan menjadi pertimbangan utama dalam seleksi jalur prestasi.
“Ini semuanya akan menjadi salah satu penilaian dalam jalur prestasi,” tegas Mu’ti.
Dua Mata Pelajaran
Pelaksanaan TKA untuk jenjang SMP kelas 9 dan SD kelas 6 akan digelar pada April 2026 mendatang. Berbeda dengan ujian pada umumnya, TKA hanya mengujikan dua mata pelajaran, yaitu Matematika dan Bahasa Indonesia. Mata pelajaran lainnya tetap menjadi kewenangan penilaian oleh masing-masing sekolah.Abdul Mu’ti menekankan pentingnya menciptakan suasana yang kondusif dalam pelaksanaan TKA. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak menakut-nakuti siswa, melainkan membangun semangat positif.
“Kami mengusung nilai jujur, gembira. Sehingga jangan ada usaha-usaha untuk curang. Jangan ada yang misalnya membuat suasana yang menyeramkan bagi murid-murid. Semuanya kita ajak untuk laksanakan dengan gembira,” ujarnya.
| Baca juga: Mendikdasmen: Jangan Habiskan Waktu 'Browsing' Tanpa Manfaat dan Hindari Judol |
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News