Peristiwa ini melibatkan dua sekolah unggulan, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, yang memicu perdebatan mengenai sportivitas dan integritas dalam perlombaan bergengsi tersebut.
Jawaban yang Identik
Kontroversi bermula saat moderator membacakan pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Tim dari Grup C (SMAN 1 Pontianak) menjawab dengan sigap: “Anggota-anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Namun, secara mengejutkan, dewan juri memberikan nilai minus 5.
Kesempatan lalu dilempar ke grup lain, Grup B (SMAN 1 Sambas) kemudian memberikan jawaban yang secara substansi dan kalimat terdengar sama persis dengan apa yang disampaikan Grup C. Anehnya, dewan juri justru membenarkan jawaban tersebut dan memberikan nilai plus 10.
Masalah Artikulasi
Mendapati ketimpangan tersebut, Grup C langsung melayangkan protes di tempat. Namun, dewan juri berdalih bahwa mereka tidak mendengar penyebutan "Dewan Perwakilan Daerah (DPD)" pada jawaban pertama. Juri menekankan bahwa masalah ini berkaitan dengan artikulasi atau kejelasan pengucapan dari peserta."Artikulasi itu penting. Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas," ujar salah satu juri di dalam video tersebut.
Bagi kamu yang ingin melihat langsung bagaimana perdebatan tersebut terjadi dan menilai sendiri proses penilaian dewan juri, video lengkap babak final tersebut dapat diakses melalui tautan berikut:
Link Nonton Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 - Kalimantan Barat: https://www.youtube.com/live/iAE-ltq8CFI
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa dalam sebuah kompetisi besar, transparansi dan ketelitian penilaian adalah kunci utama menjaga integritas. Semoga kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar ajang LCC 4 Pilar di masa mendatang dapat berjalan lebih objektif dan membanggakan bagi seluruh peserta.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News