Perubahan yang tertuang dalam Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2025 ini bukan sekadar ubah format lho, tapi dirancang khusus agar lulusan UGM makin agile dan siap tempur di dunia kerja yang dinamis. Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., mengungkapkan bahwa format anyar ini adalah hasil diskusi panjang dengan alumni hingga praktisi industri.
”Diharapkan kehadiran kurikulum baru ini dapat relevan untuk kebutuhan dunia kerja dan perkembangan global,” kata Wening dalam keterangannya, dikutip Rabu, 15 Juli 2026.
Bentuk Mental Tangguh dan Teamwork
Menariknya, kurikulum baru ini menyoroti fenomena Gen Z yang saat ini dinilai lebih suka bekerja sendiri (solo player) dibandingkan bekerja di dalam tim. Oleh karena itu, UGM mematok empat pilar utama sebagai fondasi: integritas akademik, penguasaan bahasa asing, teamwork (kerja tim), dan resiliensi alias ketangguhan mental.”Jadi, kurikulum baru ini diharapkan mampu mengatasi kerentanan tersebut, sekaligus menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi dalam organisasi, masyarakat, dan dunia kerja” imbuhnya.
”Dengan semangat kebersamaan, UGM berkomitmen untuk terus berinovasi dalam tata kelola pendidikan, memastikan setiap mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang relevan, adaptif, dan berdaya saing tinggi”, terangnya menutup sambutan.
4 Perubahan Besar Kurikulum UGM 2026
Buat kamu yang penasaran apa saja sih ubahannya secara teknis saat ngisi KRS nanti? Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran, Dr. Sigit Priyanta, S.Si, M.Kom., membocorkan empat arah utamanya:1. Struktur Lebih Ramping dan Fleksibel
”Struktur disederhanakan menjadi tiga blok besar dengan 9 tipe pilihan yang jelas, sehingga mudah dipahami mahasiswa dan dikelola prodi”, jelas Sigit.2. Bebas Lintas Prodi (Transdisiplin)
Mahasiswa kini tak lagi terkurung di satu prodi. UGM membuka lebar opsi second major, minor, intensifikasi, sampai fast track. ”Ada muatan optimalisasi kekayaan keahlian lintas prodi/fakultas untuk menjawab persoalan kompleks yang memantik kolaborasi, integrasi, dan sintesis pengetahuan," papar Sigit.3. Ada 23 SKS "Wajib" Khas UGM
”Alokasi 23 SKS wajib ini mencakup mata kuliah dasar seperti Pendidikan Agama, Pancasila, Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, serta literasi digital, Sustainable Future Skills, KKN, dan penguasaan bahasa asing. Sedangkan kurikulum inti program studi harus memuat minimal 60 persen dari total SKS program studi, dengan fleksibilitas sesuai kebutuhan akreditasi dan asosiasi profesi,” terang Sigit.4. Bebas Rancang Karier Sendiri
Fokus pada Personalised Education & Employability. ”Di sini mahasiswa bisa merancang jalur belajarnya sendiri, second major, minor intensification, atau elektif sesuai tujuan karier dan minat riset,” imbuhnya.Bagaimana Nasib Mahasiswa Lama?
Bagi kamu mahasiswa lama alias angkatan atas, tak perlu panik. UGM telah mengatur mekanisme transisi dengan sistem akademik yang sudah terintegrasi dan kode mata kuliah yang diseragamkan.“Kami sudah melakukan penyeragaman kode mata kuliah untuk memastikan konsistensi pencatatan di sistem nasional. Mekanisme pengakuan lintasprogram studi akan kami fasilitasi baik melalui konversi maupun pengakuan langsung, sehingga aktivitas mahasiswa di luar program studi tetap tercatat sebagai bagian dari riwayat akademik,” jelas Sigit.
Aturan mainnya pun cukup melegakan. Tenggat waktu penyesuaian kurikulum oleh fakultas dipatok hingga 1 Agustus 2026. ”Mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, wajib menggunakan kurikulum baru. Sedangkan mahasiswa lama, dapat tetap menggunakan kurikulum lama sesuai ketentuan saat diterima, atau bermigrasi ke kurikulum baru jika diinginkan,” urai Sigit.
Nah, sudah siap menyambut sistem baru UGM yang lebih personalized ini? Pastikan kamu rajin cek update di prodi masing-masing, ya!
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda