Ilustrasi belajar. Medcom.
Ilustrasi belajar. Medcom.

Apa Itu Pemantulan Cahaya? Simak Pengertian dan Jenisnya

Pendidikan pelajaran fisika Mata pelajaran Mata Pelajaran Fisika
Medcom • 18 April 2022 21:51
Jakarta: Pernahkah terlintas di benak Sobat Medcom, mengapa manusia bisa melihat pantulan diri sendiri saat bercermin? Ternyata, hal itu terjadi karena adanya proses pemantulan cahaya.
 
Dikutip dari Ruangguru, pemantulan cahaya adalah proses terpancarnya kembali cahaya dari bidang pantul. Ini terjadi akibat proses perubahan arah rambat cahaya ke sisi ‘medium’ asalnya usai menumbuk suatu bidang pantul.
 
Pemantulan cahaya pada permukaan rata pertama kali diamati oleh Willebrord Snellius dan dikenal sebagai Hukum Snellius. Hukum ini melibatkan tiga macam sinar, yaitu sinar datang yang berasal dari sumber cahaya, sinar pantul yang dipantulkan oleh cermin datar, dan garis normal yang tegak lurus dengan cermin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hukum Snellius memiliki dua poin penting. Pertama, sinar datang , garis normal (N), dan sinar pantul (r)  terletak pada satu bidang datar. Kedua, besaran sudut datang (θi) sama dengan sudut pantul (θr).
 
Ditinjau dari segi arah sinar pantul atau bidang pantulnya , terdapat dua jenis pemantulan yaitu pemantulan teratur, dan pemantulan difus atau pemantulan baur. Berikut masing-masing pembahasannya:

1. Pemantulan Teratur (Specular Reflection)

Pemantulan teratur adalah pemantulan yang terjadi karena berkas sinar datang jatuh pada permukaan rata, seperti cermin atau air yang tenang. Pemantulan ini terjadi ketika sinar-sinar dipantulkan dalam arah yang sama, sehingga tampak berkilau.
 
Syarat utama dari terjadinya pemantulan teratur, yakni terdapat sinar datang, garis normal, dan sinar pantul yang terdapat pada garis bidang datar yang sama. Selain itu, pemantulan teratur memiliki sinar-sinar pantul, dengan arah dan besar sudut yang selalu sama.

2. Pemantulan Baur (Diffuse Reflection)

Pemantulan baur atau difus adalah pemantulan cahaya ke segala arah yang terjadi karena berkas sinar datang jatuh pada permukaan kasar atau tidak rata. Contohnya, pemantulan cahaya pada tembok, kayu, batu, dan tanah.
 
Permukaan tidak rata akan memantulkan garis-garis sinar pantul yang berarah acak. Meski begitu, Hukum Snellius tetap berlaku dalam pemantulan baur.
 
Sebab, jika ditarik garis normal pada bidang datar permukaan jatuhnya cahaya, besaran sudut sinar datang dan sinar pantul tetap sama. Hal ini berarti memenuhi teori dari Hukum Snellius atau hukum pemantulan cahaya.
 
Itulah sekilas pembahasan mengenai pemantulan cahaya, materi fisika yang biasa dipelajari di kelas 8 SMP. Semoga penjelasan tersebut dapat membantu Sobat Medcom yang sedang mempelajari materi ini di sekolah, ya! (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Roller Coaster Hingga Gasing, Ini Contoh Penerapan Momen Inersia Dalam Kehidupan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif