Ilustrasi gamelan Jawa. DOK UNY
Ilustrasi gamelan Jawa. DOK UNY

Mahasiswa UNY Temukan Belajar Mudah Matematika Lewat Gamelan Jawa

Renatha Swasty • 06 April 2022 11:27
Jakarta: Matematika merupakan mata pelajaran wajib mulai jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan menengah. Metematika dapat melatih siswa berpikir realistis, kritis, praktis, sistematis, dan kreatif.
 
Namun, tak sedikit siswa merasa matematika pembelajaran sulit, abstrak, membosankan, menakutkan, dan susah dipahami. Hal tersebut dinilai lataran penyampaian pembelajaran kurang tepat.
 
Situasi tersebut dapat menurunkan prestasi siswa dalam pelajaran matematika dan memberikan efek negatif bagi pelajaran matematika. Salah satu solusi memudahkan belajar matematika ialah melalui perspektif etnomatematika melalui gamelan Jawa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Etnomatematika merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk menjelaskan realitas hubungan antara budaya lingkungan dan matematika sebagai rumpun ilmu pengetahuan. Mahasiswa FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Galang Sumantri dan Anisa Fatma Kurnia Sari mengeksplorasi etnomatematika pada gamelan Jawa sebagai media belajar matematika.
 
“Dari hasil observasi dan studi literatur diperoleh hasil bahwa terdapat unsur-unsur matematika pada alat musik gamelan Jawa," kata Galang dikutip dari laman uny.ac.id, Rabu, 6 April 2022.
 
Galang menjelaskan unsur-unsur matematika tersebut berupa geometri bidang maupun geometri ruang. Seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, trapesium, bola, tabung, dan kerucut terpancung.
 
Pada alat musik gamelan Jawa terdapat bentuk-bentuk yang erat kaitannya dengan bangun datar dan bangun ruang pada matematika. Penelitian Galang dan Anisa menyuguhkan alternatif media belajar matematika dengan bahasan geometri maupun hal-hal yang relevan untuk dipelajari terkait matematika.
 
"Harapannya penelitian ini bermanfaat bagi pendidik serta peserta didik karena dapat membantu pemahaman dan memudahkan pendidik dalam pembelajaran matematika terkait bidang geometri," kata Galang.
 
Anisa menjelaskan alat musik dalam gamelan Jawa yang mereka pelajari unsur matematikanya adalah bonang, gambang, demung, gender, bendha, kendang, rebab dan suling. Bonang adalah gamelan pukul yang memiliki ciri-ciri berbentuk cembung, mencekung di bagian tengah dan terdapat setengah bola di atasnya.
 
Bonang terdiri dari 2 jenis, yaitu bonang barung yang berfungsi membuka atau memulai penyajian pada gending-gending tertentu serta menghias lagu dan bonang penerus sebagai penghias lagu. Anisa menuturkan unsur matematika pada bonang ialah bangun datar- persegi panjang, persegi, lingkaran-, bola, dan kekongruenan.
 
Sedangkan demung adalah gamelan pukul yang memiliki ciri-ciri berbentuk kumpulan trapesium yang berjumlah 6 buah dengan ukuran mengecil mengikuti tangga nada. Demung berfungsi sebagai pengisi melodi utama atau sebagai penegas yang menunjukkan lagu yang sesungguhnya.
 
Unsur matematika yang terdapat pada gamelan demung ialah trapesium dan kesebangunan. Begitu pula yang terdapat pada alat musik gambang dan gender. Sementara itu, pemukul gender yang dinamai bendha memiliki unsur matematika tabung dan lingkaran.
 
Kendang adalah gamelan yang dipukul menggunakan kedua tangan pada kedua sisinya yang berbentuk gabungan dua kerucut terpancung. Kendang di setiap sisinya berbentuk lingkaran dengan ukuran berbeda yang ditutupi dengan membran kulit.
 
Dalam musik gamelan, kendang adalah pamurba irama, yang berfungsi sebagai pengatur irama dan tempo gending yang dimainkan. Jadi, gamelan berfungsi untuk memulai, memperlambat, mempercepat, dan memberi tanda akan berakhirnya gending.
 
Unsur matematika yang terdapat pada kendang adalah kerucut terpancung, tabung, dan lingkaran. Rebab adalah gamelan gesek dengan ciri-ciri berbentuk seperti gitar yang badannya menyerupai segitiga dengan kepala runcing dan memiliki 2 gagang tangan yang panjang. Rebab memiliki dua atau tiga utas dawai yang terbuat dari logam/tembaga.
 
Dalam gamelan jawa, fungsi rebab tidak hanya sebagai pelengkap untuk mengiringi nyanyian sinden, tetapi juga berfungsi untuk menuntun lagu, terutama ketika tabuhannya lirih. Unsur matematika yang terdapat pada gamelan rebab adalah sudut, segitiga, dan garis tegak lurus.
 
Alat musik gamelan Jawa yang terakhir diteliti adalah suling, yaitu gamelan tiup yang terbuat dari bambu dengan ciri-ciri berbentuk tabung tanpa tutup dan badannya berlubang sesuai tangga nada. Suling terdiri dari dua jenis, yaitu suling slendro dan suling pelog.
 
Perbedaannya adalah pada letak dan jumlah lubang, suling slendro mempunyai empat lubang sedangkan suling pelog mempunyai lima lubang. Biasanya suling memainkan melodi tersendiri yang berfungsi sebagai pangrengga atau penghias lagu. Unsur matematika yang terdapat pada suling adalah tabung.
 
"Ada keterkaitan antara alat musik gamelan Jawa dengan pembelajaran matematika. Gamelan Jawa dapat dilestarikan melalui pembelajaran matematika menggunakan perspektif etnomatematika yang dapat dijadikan sebagai media belajar matematika," kata Anisa.
 
Baca: Keren! Wayang Kulit Berbahasa Prancis dan Gamelan Dipentaskan di Kota Evry
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif