Penghargaan tertinggi ini diberikan secara langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penetapan bersejarah tersebut diumumkan di sela-sela agenda Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kearsipan dan Anugerah Kearsipan Tahun 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Usai pengumuman resmi dibacakan, sosok yang akrab disapa Cak Kartolo ini langsung naik ke atas panggung untuk unjuk gigi membawakan pertunjukan jula-juli yang khas di hadapan seluruh peserta rakornas, memancing gelak tawa sekaligus decak kagum.
Mengenal MKB dan Konsistensi Cak Kartolo
Memori Kolektif Bangsa (MKB) sendiri merupakan sebuah program strategis nasional yang diinisiasi oleh ANRI. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan, merawat, dan mengamankan arsip-arsip yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi serta merepresentasikan identitas jati diri bangsa Indonesia. Dokumen kebudayaan ini menjadi sekumpulan pengetahuan, pengalaman sejarah, dan nilai-nilai luhur yang wajib diwariskan dari generasi ke generasi agar tidak punah ditelan zaman.Masuknya arsip Cak Kartolo ke dalam daftar MKB dinilai sangat tepat. Selama puluhan tahun, Cak Kartolo dikenal luas oleh masyarakat sebagai seniman yang paling konsisten menjaga, merawat, dan memasyarakatkan kesenian tradisional ludruk khas Jawa Timur agar tetap relevan di mata lintas generasi, termasuk bagi anak muda zaman sekarang.
Gaya Unik Jula-Juli dan Parikan Suroboyoan
Dalam dunia seni peran tradisional, Kartolo merupakan seniman ludruk yang memiliki ciri khas sangat kuat, terutama ketika membawakan jula-juli. Jula-juli sendiri merupakan seni mengidungkan bait-bait pantun atau parikan jawa yang sarat akan pesan moral, kritik sosial, namun dibalut dengan humor yang segar.Menggunakan dialek Jawatimuran atau Suroboyoan yang lugas, ceplas-ceplos, dan spontan, kidung jula-juli ini biasanya digunakan sebagai menu pembuka yang wajib ada dalam setiap pementasan ludruk sebelum cerita utama dimulai. Melalui penghargaan dan pengarsipan resmi kenegaraan ini, rekam jejak digital maupun fisik dari seluruh karya, lawakan, dan dedikasi Cak Kartolo akan tersimpan rapi sebagai aset negara. Langkah nyata ANRI ini diharapkan mampu memicu generasi muda untuk terus bangga, mempelajari, dan melestarikan kekayaan budaya lokal agar marwah identitas Indonesia tetap berdiri tegak di masa depan.
(Fany Wirda Putri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News