Tahun Baru Islam. DOK Freepik
Tahun Baru Islam. DOK Freepik

Tahun Baru Islam 2026: Sejarah, Jadwal, dan Amalan yang Dapat Dilakukan

Renatha Swasty • 15 Juni 2026 13:27
Ringkasnya gini..
  • 1 Muharam 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026.
  • Kalender Hijriah adalah sistem penanggalan umat Islam yang perhitungannya dibuat berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi.
  • Umat Islam sangat dianjurkan untuk mengisi momen pergantian tahun ini dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat.
Jakarta: Pergantian tahun dalam kalender Hijriah selalu menjadi momen yang sangat dinantikan oleh umat Islam di berbagai belahan dunia. Kehadirannya bukan cuma sekadar perubahan angka di kalender, tetapi juga membawa suasana yang sangat menyentuh hati.
 
Momen penuh berkah ini sering dimanfaatkan banyak orang untuk istirahat sejenak dari rutinitas harian yang super sibuk. Umat Islam diajak merenungkan kembali semua perbuatan dan perilaku yang sudah lewat selama satu tahun terakhir.
 
Berbeda dengan perayaan tahun baru masehi yang biasanya ramai dengan pesta pora, Tahun Baru Islam justru terasa jauh lebih tenang. Masjid-masjid dan musala biasanya mulai dipenuhi oleh jemaah yang ingin fokus beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melalui suasana yang damai ini, tersimpan harapan besar untuk memulai lembaran hidup yang baru dengan pribadi yang lebih baik. Setiap orang didorong punya tekad yang kuat untuk memperbaiki diri dan lebih peduli kepada sesama.
 
Lantas, kapan Tahun Baru Islam ditetapkan dan bagaimana sejarahnya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Penetapan Tahun Baru Islam 2026 

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), tanggal 1 Muharam 1448 H jatuh pada hari Selasa, 16 Juni 2026. Keputusan ini juga selaras dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dipakai oleh PP Muhammadiyah, serta diperkuat oleh Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang hari libur nasional.
 
Apabila dilihat dari sisi astronomi, awal bulan Muharam 1448 H ditentukan dari peristiwa konjungsi atau bertemunya posisi bulan dan matahari (ijtimak). Peristiwa astronomi ini terjadi pada hari Senin, 15 Juni 2026 pukul 09.54.02 WIB. 
 
Saat matahari tenggelam di sore harinya, posisi hilal atau bulan sabit muda sudah berada di atas ufuk, sehingga malam itu sudah resmi masuk tahun baru Islam.

Sejarah Tahun Baru Islam

Mengutip laman Baznas Provinsi Lampung, kalender Hijriah adalah sistem penanggalan umat Islam yang perhitungannya dibuat berdasarkan perputaran bulan mengelilingi bumi. Kalender ini terdiri dari 12 bulan, dimulai dari bulan Muharam dan diakhiri oleh bulan Zulhijah.
 
Sistem kalender ini pertama kali dibuat pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab, yaitu pemimpin kedua setelah wafatnya Rasulullah SAW. Waktu itu, wilayah Islam sudah semakin luas dan pemerintah butuh tanggalan yang rapi untuk mengatur surat-menyurat serta administrasi negara.
 
Setelah berdiskusi dengan para sahabat nabi, diputuskanlah bahwa peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan sebagai titik awal tahun pertama Islam. Peristiwa hijrah dipilih karena menjadi momen paling penting dalam sejarah, yaitu saat umat Islam mulai membangun masyarakat yang damai, maju, dan bersatu.
 

Amalan Tahun Baru Islam

Bulan Muharam adalah bulan yang sangat mulia dan punya banyak keutamaan. Oleh karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk mengisi momen pergantian tahun ini dengan berbagai kegiatan positif yang bermanfaat.
 
Berikut adalah beberapa amalan sederhana namun besar pahalanya yang bisa dilakukan:

1. Memperbanyak tobat

Memohon maaf kepada Allah SWT atas segala kesalahan di tahun lalu dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

2. Membaca Al-Qur'an

Menjadikan awal tahun sebagai garis start untuk lebih rajin membaca dan memahami isi Al-Qur'an.

3. Berzikir dan berdoa

Mengucap tasbih, tahmid, tahlil, serta membaca doa awal dan akhir tahun agar hidup selalu berkah dan dilindungi.

4. Puasa sunah Muharam

Melaksanakan puasa sunah, terutama Puasa Tasua pada 9 Muharam dan Puasa Asyura pada 10 Muharram, serta boleh menambahnya di tanggal 11 Muharam.

5. Bersedekah

Berbagi sedikit rezeki atau makanan kepada tetangga dan orang-orang yang membutuhkan sebagai tanda syukur atas umur panjang.
 
Sama seperti orang-orang membuat resolusi di tahun baru Masehi, umat Islam juga bisa membuat daftar target kebaikan di tahun baru Hijriah ini. Misalnya, target untuk lebih rajin salat berjamaah atau mengurangi waktu bermain media sosial yang kurang bermanfaat.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai Tahun Baru Islam 2026. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA