TEDxSVP. (Foto: Dok. SVP)
TEDxSVP. (Foto: Dok. SVP)

Sekolah Victory Plus Kembali Hadirkan TEDxSVP: Ruang Tumbuh Ide, Refleksi, dan Inovasi

Medcom • 18 Februari 2026 08:00
Jakarta: Hadir dengan lebih spektakuler, TEDxSVP kembali hadir ditahun ke-empatnya sebagai ruang berbagi ide dan gagasan inspiratif bagi generasi muda. Bertempat di Sekolah Victory Plus, acara ini digelar pada Jumat (13/02/2026) dan menghadirkan total 11 pembicara yang terdiri dari siswa serta pembicara tamu.
 
Di tengah pesatnya perubahan dunia dalam bidang teknologi, sosial, budaya, dan lingkungan, setiap individu dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang tak terelakkan. Mengusung tema Indispensable Shifts, TEDxSVP mengajak peserta untuk memandang perubahan bukan sekadar tantangan, melainkan peluang yang dapat dimaksimalkan untuk berkembang dan memberi dampak positif.
 
Rangkaian acara TEDxSVP dibuka dengan penampilan tari etnik yang dibawakan secara meriah oleh siswa SMP Sekolah Victory Plus. Setelah itu, acara inti berlangsung dalam empat sesi yang masing-masing menghadirkan topik dan sudut pandang berbeda. Di sela-sela sesi, penampilan hiburan turut memeriahkan suasana dan menjaga antusiasme peserta. Atika, salah satu siswa SVP yang pernah menjadi pembicara di TEDxSVP tahun sebelumnya, mengungkapkan kekagumannya terhadap acara ini.

“Performancenya keren, dan semua sesi sangat menginspirasi,” ujar Atika.
 
Tiga pembicara tamu di TEDxSVP menghadirkan perspektif yang beragam dan relevan dengan tantangan masa kini. Ario Ananggadipa Putra, Chief of Product Officer & Head of Research di GRID, membagikan strategi membaca peluang dan mengenali kesempatan di tengah berbagai tantangan. Sementara itu, Budi Christanto, dosen sekaligus alumni Sekolah Victory Plus dan Co-Founder Burpee.id, mengajak peserta untuk tetap memanusiakan manusia di tengah gempuran kecerdasan artifisial. Melengkapi sesi, Melvin Hade, Co-Founder Kayella Consumer Partners, mengajak peserta berefleksi tentang langkah-langkah agar tidak kalah oleh ritme kehidupan.
 
“Saya harap TEDxSVP bisa menjadi platform yang menginspirasi siswa dan juga anak muda di seluruh Indonesia, bahkan dunia, dalam menyikapi kehidupan, teknologi, dan isu global. Ini adalah inisiatif yang luar biasa, dan saya rasa siswa Sekolah Victory Plus sangat beruntung memiliki acara seperti ini,” ujar Melvin Hade, salah satu pembicara tamu.
 
Selain pembicara tamu, delapan pembicara lainnya yang terdiri dari dua siswa SD serta enam siswa SMP dan SMA turut memperkaya TEDxSVP dengan beragam topik yang dekat dengan dunia pembelajar. Salah satunya, Alyssa Izzahrania, siswa SD, yang membagikan hasil eksperimennya mengenai penggunaan gawai pada anak-anak. Dalam presentasinya, Alyssa melakukan survei terhadap 52 teman sebayanya untuk memahami pola penggunaan gadget serta dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.
 
Pembicara siswa di panggung TEDxSVP lainnya, Shafa Maharani Lubis, mengajak peserta untuk menjalani hidup dengan prinsip LIVE: Listen, Inquire, Venture, dan Evolve. Melalui konsep tersebut, Shafa menekankan pentingnya mendengarkan dengan empati, berani bertanya, mengambil langkah, serta terus bertumbuh dalam menghadapi perubahan.
 
Antusiasme terhadap acara ini juga dirasakan oleh para orang tua. Nyoman Purnaya, salah satu orang tua murid yang hadir, menyampaikan kesannya terhadap TEDxSVP.
 
“Sangat inspiratif, terutama dari anak-anak SVP. Semuanya memberikan hal-hal baru, khususnya bagi saya sebagai generasi sebelum mereka dalam memanfaatkan teknologi,” ungkapnya.
 
Melalui TEDxSVP, Sekolah Victory Plus kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ruang aman bagi siswa untuk berpikir kritis, berani bersuara, dan siap menghadapi perubahan zaman. Acara ini tidak hanya menjadi panggung berbagi ide, tetapi juga titik awal lahirnya pemimpin muda yang adaptif dan berdaya saing global.
 

 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan