“Penggunaan CAT dalam rangka transformasi digital dan agar seleksi lebih sportif dan kompetitif. Seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi petugas haji melalui persaingan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Staf Khusus Menteri Agama Wibowo Prasetyo dikutip dari laman kemenag.go.id, Rabu, 25 Januari 2023.
Ini merupakan CAT tahap pertama. Peserta yang lolos seleksi akan mengikuti CAT dan praktik pada seleksi di tingkat Kanwil Kemenag Provinsi.
“Seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan rekrutmen petugas untuk menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, fair, dan berlaku profesional," tutur dia.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief mengatakan peserta yang belum beruntung dan tidak terpilih sebagai petugas haji tahun ini diminta tidak berkecil hati. Sebab, kesempatan melayani tamu-tamu Allah terbuka luas pada tahun-tahun yang akan datang.
CAT tingkat Kankemenag Kabupaten/Kota diikuti 11.329 peserta. Ada tujuh formasi yang tersedia, yaitu petugas kloter: Ketua Kloter dan Petugas Pembimbing Ibadah Haji; petugas non kloter: petugas layanan akomodasi, transportasi, katering, pembimbing ibadah dan Siskohat.
Hilman mengatakan pihaknya melibatkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen Kemenag) dalam pelaksanaan CAT. Dia menyebut pengawasan Itjen untuk memastikan proses seleksi berlangsung sesuai ketentuan.
“Pelaksanaan CAT diawasi tim Itjen supaya prosesnya berjalan baik dan fair,” tegas dia.
Sementara itu, Direktur Bina Haji Arsad Hidayat mengatakan materi CAT mencakup beberapa substansi, yaitu regulasi penyelenggaraan ibadah haji, fikih manasik haji, serta tugas dan fungsi petugas haji. “Substansi CAT juga berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan moderasi beragama,” tutur dia.
Hasil seleksi CAT akan diumumkan pada 26 Januari 2023. Seleksi CAT dan praktik tingkat provinsi akan diselenggarakan pada 31 Januari 2023.
| Baca juga: Kenapa Biaya Haji 2023 Naik Jadi Rp69 Juta? Ini Jawab Menag |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda