Mahasiswa Unpad mengembangkan startup “Jack Don’t Swim”. Foto: Dok. Unpad
Mahasiswa Unpad mengembangkan startup “Jack Don’t Swim”. Foto: Dok. Unpad

Startup Unpad Lolos Program Internasional 'Blue Tech Accelerator Program 2022'

Pendidikan Pendidikan Tinggi Unpad Perguruan Tinggi
Citra Larasati • 12 Mei 2022 14:03
Jakarta:  Perusahaan rintisan atau startup yang dikembangkan sivitas akademika Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran “Jack Don’t Swim” menjadi salah satu peserta “Blue Tech Accelerator Program 2022”.  Acara berskala internasional ini digelar secara virtual pada 23 April hingga 21 Mei 2022.
 
Jack Don’t Swim merupakan salah satu startup yang mendapatkan hibah Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan dilakukan pembinaan oleh Pusat Inkubasi Bisnis/Oorange Unpad. Dari usaha Jack Don’t Swim, “Blue Tech Accelerator Program 2022” diikuti oleh satu alumnus dan dua mahasiswa Kelautan FPIK Unpad, yaitu Kemaal Sayyid Zenyda, S.Kel., (CEO), Salsa Dewi K (CMO), dan Alif Sumantri (CTO).
 
Jack Don’t Swim merupakan startup yang bergerak di bidang teknologi instrumentasi kelautan yang di mana kegiatan usahanya adalah mengembangkan instrumen atau alat kelautan untuk menunjang ketersediaan data di Indonesia. Contoh produk kami adalah RHEA dan ARHEA.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selain mengembangkan produk, kami juga menyediakan jasa sewa dan reseller beberapa produk dari instrumen kelautan,” ungkap Salsa dilansir dari laman Unpad, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Blue Tech Accelerator Program sendiri merupakan program yang diikuti oleh sejumlah startup dari berbagai negara, yang bertujuan untuk mengakselerasi ide-ide inovatif para peserta di bidang teknologi dalam memecahkan permasalahan yang ada di laut. Pada kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan bimbingan dari sejumlah mentor.
 
Di antaranya yaitu David Cutler (Co-Founder Fortuna Cools), Primiaty Natalia (Government and Community Coordinator in Thresher Shark Indonesia), Anna Oposa (Co-Founder Save Philippine Seas), Usha Perumal (Chief Executive Officer and Founder Bluepreneur Asia Ventures), Mary Jane Lamoste (Founder Tagpi-Tagpi) dan Swietenia Puspa Lestari (Co-founder and Executive Director of Divers Clean Action). Tim “Jack Don’t Swim” bersama tim dari Oorange Unpad.
 
Salsa mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat menambah ilmu terutama mengenai stakeholder mapping and power analysis, communication strategy, dan sustainable planning. “Di sisi lain, kami juga mendapat banyak insight baru dalam berbagai hal dari para mentor hebat, yang di mana juga dapat membantu kami berkembang dalam menjalankan bisnis ini,” ungkap Salsa.
 
Salsa juga berharap, Jack Don’t Swim dapat terus berkembang untuk kemajuan sektor kelautan di Indonesia. “Harapan kami setelah mengikuti program ini adalah semoga Jack Don’t Swim dapat berkembang lebih besar dengan cakupan yang lebih luas serta dapat ikut membantu mengatasi berbagai masalah pada sektor kelautan di Indonesia,” harapnya.
 
Sementara itu, inovator sekaligus perintis Jack Don’t Swim Unpad Noir Primadona Purba, mengatakan, bahwa startup ini hadir untuk berkontribusi dalam kemajuan teknologi kelautan Indonesia. Melalui Jack Don’t Swim, diharapkan mahasiswa dan alumni Unpad dapat berkontribusi dalam penciptaan alat dan teknologi kelautan.
 
Baca juga:  5 Langkah untuk Mulai Membangun Startup ala Dosen UNS
 
Dosen FPIK Unpad ini pun berharap, kemampuan wirausaha mahasiswa dan alumni Unpad dapat terus berkembang. Dengan mengikuti berbagai program pembinaan startup, kemampuan mahasiswa dan alumni dalam mengelola startup akan semakin meningkat.
 
“Untuk itu dengan mengikuti kegiatan ini mereka akan lebih paham konteks bagaimana mengelola perusahan startup. Karena ini skala internasional, mudah-mudahan mereka mendapat ilmu lebih banyak,” harap Noir.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif