Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pura Tirta Empul. DOK Biro Pers
Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Pura Tirta Empul. DOK Biro Pers

Mengenal Tempat Wisata Edukasi Pura Tirta Empul

Pendidikan pendidikan wisata Pura Tirta Empul
Ilham Pratama Putra • 10 Mei 2022 08:03
Jakarta: Pura Tirta Empul menjadi salah satu tempat wisata edukasi yang direkomendasikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Tempat ini dikenal sebagai pura yang unik.
 
"Karena memiliki sumber mata air alami yang digunakan untuk upacara penyucian diri," kata Nadiem lewat unggahan Instagram storiesnya, @nadiemmakarim, Senin, 9 Mei 2022.
 
Pura Tirta Empul tepatnya berlokasi di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa ini mempunyai lingkungan alam yang hijau dengan hamparan tanah pertanian produktif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Desa ini berjarak 18 km dari ibu kota Kabupaten Gianyar dan 38 km dari Kota Denpasar. Desa Manukaya relatif datar dengan beberapa buah sungai kecil yang mengaliri sawah-sawah yang ada di wilayah desa tersebut.
 
Sebagaimana namanya, mengutip laman kemdikbud.go.id, situs Pura Tirta Empul mempunyai sumber mata air yang sangat jernih. Mata air yang dianggap suci ini terletak di bagian halaman tengah pura, lalu dialirkan ke kolam permandian yang ada di halaman luar melalui lubang pancuran. Sisanya airnya dialirkan ke Sungai Pakerisan yang berada di sisi timur pura.
 
Pura Tirta Empul merupakan representasi dari pura taman air yang dikembangkan oleh penguasa di masa lalu. Pemilihan mata air sebagai lokasi tempat suci sangat sesuai dengan konsep India Kuno yang mensyaratkan lokasi sebuah kuil sedapat mungkin harus berdekatan dengan sumber air.
 
Terdapat beberapa bagian penting yang menjadi daya tarik di Pura Tirta Empul. Salah satunya empat buah batu alam yang berada di halaman dalam pura. Batu-batu alam ini letaknya dekat bangunan Gedong Sari.
 
Batu-batu alam ini masih dianggap suci oleh masyarakat pengempon pura. Batu tersebut disebut sebagai menhir atau tahta batu yang terkait untuk kepentingan keagamaan.
 
Menhir adalah batu tegak yang didirikan sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang. Sementara itu tahta batu adalah salah satu hasil teknologi batu yang mula-mula berfungsi sakral sebagai tahta arwah nenek moyang atau pemimpin yang dihormati.
 
Selanjutnya terdapat pula pelinggih arca di halaman tengah pura yang disebut Lingga Yoni. Sebagai sarana peribadatan benda ini diketahui melambangkan kesatuan Dewa Siwa dengan saktinya Dewi Parwati.
 
Kemudian terdapat arca binatang. Arca ini merupakan gambaran kendaraan Dewa tertentu yang dapat dijadikan petunjuk mengenai Dewa Utama yang hadir.
 
Tidak jauh dari temuan arca perwujudan, ditemukan pula fragmen bangunan. Berdasarkan bentuknya, fragmen bangunan ini diperkirakan merupakan bagian dari susunan atap prasada atau candi.
 
Selain fragmen bangunan, di Pura Tirta Empul terdapat bangunan utama, yaitu tepasana yang mirip dengan bentuk candi. Candi adalah salah satu bangunan keagamaan yang mendapat pengaruh dari budaya Hindu Buddha.
 
Baca: Liburan Sambil Belajar, Ini Wisata Edukasi Rekomendasi Menteri Nadiem
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif