Sejumlah warga Tanimbar, Maluku Tenggara.  Foto:  Medcom.id/Intan Yunelia
Sejumlah warga Tanimbar, Maluku Tenggara. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia

Tutor Digaji Murah, Pengentasan Buka Aksara Terseok-seok

Pendidikan Literasi
Intan Yunelia • 03 Desember 2019 14:22
Tanimbar: Upaya pengentasan buta aksara di Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara belum menunjukkan hasil menggembirakan. Jumlah warga yang terentaskan buta aksara baru 10 persen, karena sulitnya mencari tutor atau pengajar yang mau dibayar dengan insentif rendah.
 
“Kalau ingin maksimal proses pembelajaran itu kuncinya ada pada insentif para tutor. Saat ini cuma sedikit yang mereka dapatkan, otomatis tutor tidak akan maksimal,” kata Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ngrias Melar, Kepulauan Tanimbar Selatan, Maluku Tenggara, Paus Batlyare kepada Medcom.id, Minggu, 2 Desember 2019.
 
Gaji yang didapat para tutor diakui Paus sangat minim, tidak cukup menutup dan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Imbasnya, hanya sedikit dari mereka yang mau mengabdikan diri menjadi tutor pengentasan buta aksara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Kita digaji, tapi kecil. Kisarannya Rp250 ribu per bulannya dari Kemendikbud. Itu bukan gaji, tapi istilahnya hanya transportasi. Sehingga masih kesulitan sekali para tutor ini, karena kendala insentif dan transportasi itu tadi,” ujar Paus.
 
Ditambah lagi sarana dan prasana pendukung di PKBM ini masih sangat belum memadai. Seperti gedung serta alat belajar mengajar.
 
Tak jarang para tutor justru harus merogoh kocek pribadi untuk melengkapi peralatan mengajar. “Kita masih kesulitan, untuk gedung saja masih pinjam gedung SD. Terkait sarana prasarananya kita siapkan sendiri seperti buku tulis, kursi, meja, papan tulis, dan lainnya,” sebut Paus.
 
Paus berharap, pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan dan nasib PKBM Ngrias Melar, agar pengentasan buta aksara bisa berjalan optimal dan maksimal. Terutama perhatian terhadap insentif para tutor agar tidak ada lagi kendala untuk mengajar.
 
“Harapan saya dari Kemendikbud lebih banyak memaksimalkan bantuan, terutama insentif para tutor agar bisa meningkatkan dan menyejahterakan para tutor. Seandainya dananya masih seperti itu maka kendala dalam pengentasan ini akan berjalan cukup lama. Harapan saya kalau bisa Kemendikbud sudah seharusnya memberikan motivasi lebih untuk pengentasan buta aksara, terutama di pelosok,” pungkasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif