ITB Perguruan Tinggi Terbaik Versi Kemenristekdikti
Konferensi Pers Klasterisasi Perguruan Tinggi di Indonesia 2018, dokumentasi Humas Kemenristekdikti.
Serpong:Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menduduki posisi puncak dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik versi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). ITB berhasil menggeser posisi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berada di posisi teratas tahun lalu.

Kemenristekdikti kembali merilis peringkat 100 besar perguruan tinggi Indonesia non-vokasi 2018.  Pada peringkat tersebut, posisi pertama diraih oleh ITB, kemudian disusul UGM, IPB (Institut Pertanian Bogor), UI (Universitas Indonesia), dan Undip (Universitas Diponegoro) di posisi lima besar.


Berdasarkan hasil analisis terhadap data yang tersedia pada Pangkalan Data Pendidikan Tingi (PDDikti) Kemenristekdikti,  data unit utama Kemenristekdikti, maupun sumber-sumber lain yang relevan, diperoleh lima klaster perguruan tinggi Indonesia.  Klasterisasi tersebut dibagi dengan komposisi klaster 1 (berjumlah 14 perguruan tinggi),  Klaster 2  (72 perguruan tinggi), klaster 3 (299 perguruan tinggi), klaster 4 (1.470 perguruan tinggi), dan klaster 5 (155 perguruan tinggi).

Baca: Presiden Tantang Perguruan Tinggi Dobrak Kebiasaan Lama

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Patdono Suwignjo mengatakan, klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti.  Klasterisasi itu juga akan menjadi rujukan dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan, dalam melaksanakan Tridharma perguruan tinggi.

"Klasterisasi ini dapat dijadikan dasar bagi Kemenristekdikti untuk melakukan pembinaan perguruan tinggi, meningkatkan kualitas PT, penyusunan kebijakan, serta memberikan informasi kepada masyarakat umum mengenai performa PT di Indonesia," ungkap Patdono saat Konferensi Pers Klasterisasi Perguruan Tinggi di Indonesia 2018, di Puspitek, Serpong, Jumat, 17 Agustus 2018.

Pemeringkatan yang dirilis bertepatan dengan peringatan HUT RI ke-73 ini hanya dilakukan terhadap kelompok perguruan tinggi non-vokasi, seperti Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi.  Sementara untuk perguruan tinggi vokasi, Patdono mengatakan masih dalam proses pengembangan, dan analisa, untuk menemukan indikator yang tepat dalam mencerminkan performa perguruan tinggi vokasi.

"Jika sampai akhir 2018 nanti kami menemukan model yang cocok untuk klasterisasi perguruan tinggi vokasi, akan kami umumkan," tuturnya.

Adapun perguruan tinggi non-vokasi yang masuk pada Klaster 1 diurut sesuai dengan skornya adalah sebagai berikut:

1. Institut Teknologi Bandung (3,57)
2. Universitas Gadjah Mada (3,54)
3. Institut Pertanian Bogor (3,41)
4. Universitas Indonesia (3,28)
5. Universitas Diponegoro (3,12)
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (3,10)
7. Universitas Airlangga (3,03)
8. Universitas Hasanuddin (2,99)
9. Universitas Padjadjaran (2,95)
10. Universitas Andalas (2,88)
11. Universitas Negeri Yogyakarta (2,83)
12. Universitas Brawijaya (2,82)
13. Universitas Pendidikan Indonesia (2,70)
14. Universitas Negeri Malang (2,610)



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id