Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Pemerintah Bakal Libatkan Kampus Bentuk Konsorsium Pengadaan Laptop Merah Putih

Pendidikan Kebijakan pendidikan Kualitas Pendidikan Anggaran Pendidikan Program Pendidikan Digitalisasi Sekolah
Ilham Pratama Putra • 22 Juli 2021 16:21
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyebut pemerintah tengah mempercepat penggunaan produk dalam negeri, khususnya bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pemerintah berencana membentuk konsorsium yang berisikan perguruan tinggi dan industri TIK untuk pembuatan laptop Merah Putih.
 
"Kita lihat laptop produksi dalam negeri ada yang dibuat oleh Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan TIK industri dalam negeri untuk membentuk konsorsium dan memproduksi tablet laptop Merah Putih dengan merek Dikti Edu," kata Luhut dalam konferensi pers virtual Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, Kamis 22 Juli 2021.
 
Pemerintah menargetkan anggaran belanja TIK RI mencapai Rp17 triliun hingga 2024. Pengadaan TIK ditujukan untuk menunjang kemajuan sektor pendidikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tujuan utama TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan sebesar Rp 17 triliun sampai 2024, selama empat tahun ke depan kita akan belanjakan segitu banyak," terangnya.
 
Baca: Kemendikbudristek Alokasikan Rp2,4 Triliun untuk Beli 240 Ribu Laptop
 
Dia berharap anggaran besar itu sekaligus mengganti produk TIK di Tanah Air dengan produk dalam negeri. Pengadaan TIK sendiri berfokus pada enam jenis unit.
 
Antara lain, laptop, access point, konektor, LCD proyektor, layar proyektor dan speaker aktif. Rencananya, dalam empat tahun ini akan terbeli jutaan unit perangkat TIK tersebut.
 
Ia meyakini konsorsium tersebut bukan hanya membantu produksi laptop anak bangsa. Namun, Indonesia akan dapat membangun industri sendiri khusus TIK.
 
Baca: Hingga 2024, Pengadaan TIK Sektor Pendidikan Dialokasikan Rp17 Triliun
 
"Elok kalau ini sudah mulai bisa diluncurkan (laptop). Dengan jumlah pembelian Rp17 triliun selama beberapa tahun, saya kira sudah bisa dibangun industri sendiri," ujarnya.
 
Selain itu, industri juga diwajibkan untuk melakukan offset agreement dengan pihak luar. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan research and development dengan mengikutsertakan vokasi dan pendidikan tinggi dalam kontrak pemasaran.
 
"Pemerintah tengah berupaya menaikkan industri TIK dalam negeri dengan melaksanakan berbagai program seperti penyediaan akses pasar, penyerapan produk dalam negeri melalui pengadaan barang jasa pemerintah, peningkatan kapasitas, bekerja sama dengan sekolah vokasi, perguruan tinggi serta akses permodalan," tutur dia.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif