Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke SMK-SMAK Bogor. Foto: Dok Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat berkunjung ke SMK-SMAK Bogor. Foto: Dok Kemenperin

Ini Keunggulan Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor Dibanding SMK Lain, Tertarik Masuk?

Antara • 30 September 2022 16:28
Bogor: Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK) Bogor, Jawa Barat, memiliki keunggulan di antara sekolah menengah kejuruan (SMK) lain. Apa itu?
 
Sekolah di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) ini ternyata menawarkan kompetensi setara Diploma 1 atau D1.
 
"Pendidikan di SMK-SMAK Bogor diselenggarakan empat tahun, sehingga kompetensinya setara D1. Bahkan, lebih karena yang dipelajari sebagian besar adalah mata pelajaran di tingkat perguruan tinggi,” kata Wakil Manajemen Mutu SMK-SMAK Bogor, Rusman, seperti dilansir Antara, Jumat, 30 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program pendidikan D1 merupakan program pendidikan yang memiliki masa belajar paling singkat dibandingkan program diploma lain. SMK yang dapat mengeluarkan program setara D1 hanya SMK yang memenuhi syarat dan kualitas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
 
Selain program setara D1, SMK-SMAK Bogor ini menduduki peringkat pertama SMK berdasarkan nilai Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dirilis Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). SMK-SMAK Bogor bahkan menempati peringkat pertama selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2022, 2021, dan 2020. 
 
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran sumber daya manusia (SDM), sarana dan prasarana, sistem PPDB (penerimaan peserta didik baru), serta kurikulum," kata Rusman. 
 
Tenaga pendidik SMK-SMAK Bogor umumnya lulusan perguruan tinggi negeri (PTN) ternama seperti Universitas Indonesia (UI), IPB University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), dan perguruan tinggi negeri lain. 
 
Rusman mengatakan SMK-SMAK Bogor memiliki sarana dan prasarana lengkap. Hal ini untuk memenuhi tuntutan industri. 
 
Rusman mengatakan siswa di SMK-SMAK Bogor telah melewati seleksi yang cukup ketat, yakni melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis) yang rutin diadakan setiap tahun. Siswa yang diterima, melaksanakan kegiatan belajar menggunakan kurikulum yang sudah diselaraskan dengan kebutuhan industri, yakni praktik 60 persen dan teori 40 persen.
 
"Raw material dari siswanya sangat selektif melalui jalur Jarvis Prestasi, Bersama, dan Mandiri," kata dia.
 
Rusman mengatakan, berdasarkan testimoni yang disampaikan industri, lulusan SMK-SMAK Bogor memiliki kompetensi lebih dari cukup untuk menghadapi dunia industri. Bahkan, masih unggul dibandingkan lulusan Diploma 3 (D3). 
 
"(Mereka) dapat beradaptasi dengan cepat terkait bidang pekerjaannya, serta cepat menerima dan mengeksekusi arahan,” kata Rusman.
 
BPSDMI Kemenperin berharap lulusan SMK-SMAK Bogor bisa memperkecil jurang kompetensi antara dunia industri dan dunia pendidikan. 
 
Baca: Lulus SMP Mau Lanjut Kemana? Simak Dulu Perbedaan SMA, SMK, dan MA
 
Kepala BPSDMI Arus Gunawan mengatakan sektor industri merupakan salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Kebutuhan tenaga kerja di bidang industri saat ini lebih 600 ribu per tahun.
 
"Keberadaan SDM menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan industri, sehingga pendidikan setara D1 dilaksanakan sebagai wujud nyata kerja sama antara pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri,” jelas Arus.
 
Pada 1 September 2022, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meninjau kegiatan belajar mengajar di unit pendidikan tersebut. 
 
"SMK-SMAK Bogor merupakan kebanggaan. Bukan hanya bagi Kementerian Perindustrian, tapi juga bagi Indonesia sebagai salah satu SMK terbaik di Indonesia," kata Agus.

 
(UWA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif