Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.
Mendikbud, Muhadjir Effendy, Medcom.id/Daviq Umar Al Faruq.

Mendikbud Ubah Strategi Penataan SMK

Pendidikan Pendidikan Vokasi
Daviq Umar Al Faruq • 28 Desember 2018 10:51
Malang: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan terdapat masalah serius pada pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia saat ini. Sebab menurutnya dari jumlah 13 ribu SMK di Tanah Air, hanya 4.000 SMK yang berstatus negeri.
 
"SMK Negeri hanya 4.000 sisanya swasta. Dan dari swasta itu kira-kira di Jawa Timur itu 40 persen tidak terakreditasi. Problem yang ada di Jawa Timur itu cerminan nasional," katanya di Malang, Kamis 27 Desember 2018.
 
Oleh karena itu, Muhadjir mengaku Kemendikbud ke depannya bakal menata lebih serius untuk pengelolaan SMK ini. Penataan tersebut juga rencananya akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi setempat, karena SMK merupakan domain dari pemerintah provinsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Muhadjir menjelaskan selama ini pembangunan SMK di Indonesia menggunakan pendekatan supply drive atau supply side. Sehingga pemerintah tidak bisa mengetahui lulusan SMK bakal dipekerjakan di perusahaan mana. Kondisi ini bisa membuat SMK berpotensi melahirkan pengangguran baru.
 
"Strategi yang kita ubah adalah kalau selama ini SMK kita bangun menggunakan pendekatan yang namanya supply drive atau supply side, sekarang kita balik demand drive atau demand side. Jadi kita undang para pengguna tenaga kerja SMK dan kita tanya dia mau apa," ujarnya.
 
Baca:SMK Lokal Go Global
 
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka menurut daerah sebesar 5,34% pada Agustus 2018, turun dibandingkan 2017 yakni sebesar 5,50% pada bulan yang sama. Tingkat pengangguran tertinggi berdasarkan pendidikan, masih berasal dari lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
 
BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi menurut pendidikan, berasal dari jenjang pendidikan sekolah menengah kejuruan (SMK) sebesar 11,24 persen. Tingkat pengangguran terendah sebesar 2,43 persen terdapat pada penduduk berpendidikan sekolah dasar (SD) ke bawah.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif