Ilustrasi/MI.
Ilustrasi/MI.

Dosen Wali Wajib Jadi "Orangtua" di Unpad

Pendidikan Mahasiswa Bunuh diri
Citra Larasati • 26 Desember 2018 20:41
Jatinangor: Pihak kampus Universitas Padjadjaran (Unpad)mengimbau kepada para mahasiswa untuk lebih terbuka kepada orangtua maupun dosen wali jika memiliki permasalahan baik yang bersifat akademik maupun kehidupan pribadi. Bahkan selama ini Unpad mewajibkan setiap dosen wali untuk menjadi "orangtua" di kampus bagi mahasiswa.
 
"Setiap dosen diwajibkan menjadi 'orangtua' yang menjalani fungsi bimbingan dan konseling kepada setiap mahasiswanya," kata Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Syauqy Lukman, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.
 
Fungsi konseling mahasiswa secara khusus juga dipusatkan di Fakultas Psikologi. Menurut Syauqy, mekanisme untuk berusaha mendeteksi mahasiswa “bermasalah” selalu diinisiasi di level program studi (prodi). "Meskipun penekanan kami ada pada domain akademik, karena institusi kami adalah institusi akademik. Meskipun demikian, dosen-dosen wali juga berinisiatif untuk mencoba membantu masalah-masalah pribadi siswa," terang Syauqy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Dua Mahasiswa Unpad Ditemukan Bunuh Diri dalam Sepekan
 
Dalam keseharian bila ada kendala terkait perkuliahan, juga masalah-masalah pribadi lainnya, mahasiswa dapat melakukan konseling dengan dosen wali, wakil dekan, manajer akademik dan kemahasiswaan atau kepala program studi. "Untuk kasus-kasus tertentu ada beberapa dosen yang difungsikan untuk memberikan bimbingan dan konseling, di antaranya Dr. Titin Nurhayati," sebut Syauqy.
 
Tim Pelayanan dan Bimbingan Konseling (TPBK) Unpad, menurut Syauqy, sangat terbuka untuk menerima curhatan mahasiswa terkait persoalan apapun. Namun dari data sepanjang 2018 ini, 90% mahasiswa TPBK yang diberikan konseling rata-rata menyampaikan masalah seputar akademik.
 
Sedangkan masalah pribadi hanya sekitar 10%. Terkait sistem konseling, kata Syauqy, Unpad akan terus melakukan perbaikan ke depannya. "Again, untuk masalah-masalah pribadi ini yang mungkin sulit untuk diketahui, pada mahasiswa-mahasiswa yang bermasalah. Perlu peran orangtua, teman, dan juga lingkungan sekitarnya." ungkapnya.

 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif