Riung Wartawan: Dua Tahun Badan Bahasa dalam Angka. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Riung Wartawan: Dua Tahun Badan Bahasa dalam Angka. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Bahasa Slang Diyakini Tak Bakal Bertahan Lama

Ilham Pratama Putra • 01 Juli 2022 16:43
Jakarta: Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E Aminudin Aziz, mengakui beberapa bahasa slang memiliki makna kurang baik hingga memudarkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tengah masyarakat. Namun, dia menyebut keberadaan bahasa slang tak perlu terlalu dirisaukan.
 
"Paling lama bertahan ya satu tahun, dua tahun. Malah ada yang cuma beberapa bulan. Enggak pernah ada yang sampai satu generasi," kata Aminudin dalam Acara Riung Wartawan: Dua Tahun Badan Bahasa dalam Angka di Hotel Swiss-Belhotel, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat, 1 Juli 2022.
 
Dia menyebut bahasa slang kerap digunakan generasi muda. Namun, pengunaan bahasa slang itu hanya untuk masi kini saja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lihat yang sekarang ramai mencampur bahasa Indonesia dengan Inggris, istilahnya bahasa Jaksel begitu. Terus bahasa alay, prokem, vikinisasi begitu, kan itu enggak bertahan kan," tutur dia.
 
Aminudin meyakini generasi muda pada satu waktu akan meninggalkan bahasa slang dan kembali menggunakan bahasa Indonesia dengan benar. Sebab, generasi muda menjadi tua dan dengan sendirinya kembali menggunakan bahasa Indonesia yang benar.
 
"Karena tidak mungkin waktu dia akhirnya bekerja masih menggunakan bahasa slang. Jadi, akan hilang begitu saja. Apalagi bahasa slang tidak memiliki dasar, tidak konstruktif, jadi orang capai juga memikir bagaimana menggunakannya," tutur dia.
 
Baca juga: Kemendikbudristek Dorong Pemda Implementasikan Pelindungan Bahasa Daerah

 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif