Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Branda Antara
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. Branda Antara

Kemenkes Upayakan Tambah Lulusan Dokter 5.000 Orang Setiap Tahun

Antara • 25 Maret 2022 09:39
Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya menambah lulusan dokter dari perguruan tinggi sebanyak 5.000 orang per tahun. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan dokter di seluruh Indonesia.
 
“Saat ini distribusi memang masih ada kekurangan di beberapa tempat, karena jumlah dokter kita, produksinya juga masih kurang, tapi akan kita tingkatkan, bertambah 5.000 lulusan dokter setiap tahunnya,” kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dikutip dari Antara, Jumat, 25 Maret 2022.
 
Dante menjelaskan Indonesia masih menghadapi masalah pemerataan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Bahkan, terdapat 671 puskesmas di Indonesia belum memiliki dokter dan 5.644 puskesmas belum memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan lengkap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Misalnya di Maluku dan Papua. Dante menuturkan 50 persen puskesmas di daerah tersebut belum memiliki dokter.
 
“Saya dengar di Aceh pun ada beberapa yang tidak ada dokternya,” kata dia.
 
Sementara itu, terdapat 155 rumah sakit umum daerah (RSUD) di seluruh kabupaten/kota belum memiliki tujuh dokter spesialis. Dante menyebut penambahan kuota lulusan dokter penting untuk pemerataan kebutuhan dokter di seluruh Tanah Air.
 
“Ini masih menjadi kendala yang kita harus bertransformasi untuk meningkatkan lulusan dokter, yang tadinya 12.000 per tahun dalam waktu cepat untuk segera ditingkatkan,” kata dia.
 
Dante menyebut pihaknya telah sepakat dengan Kementerian Keuangan untuk melakukan pembiayaan alokasi pendidikan kepada putra-putri daerah yang menjalani pendidikan sebagai dokter melalui dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal itu agar lulusan kembali bekerja di daerah asal.
 
“Kami juga sudah koordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menambah kuota. Saat ini sudah disetujui untuk ditambah kuota 5.000 per tahun, untuk kuota di universitas di mana tenaga dokter akan dididik,” kata dia.
 
Dante menyebut persoalan lain yang sedang ditangani untuk sektor kesehatan, yakni distribusi SDM kesehatan tidak merata. Misalnya, puskesmas di bagian Timur masih kekurangan dokter, sedangkan di beberapa daerah lain sudah kelebihan.
 
Masalah lainnya, masih rendahnya retensi tenaga kesehatan di beberapa daerah dan upaya re-distribusi tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan milik daerah.  Hingga masalah kurangnya pelatihan berbasis kompetensi bagi tenaga kesehatan.
 
“Transformasi SDM kesehatan mendukung sistem kesehatan melalui upaya percepatan dan distribusi nakes melalui program perencanaan kebutuhan, peningkatan kuantitas, pemerataan distribusi, dan peningkatan kualitas,” kata Dante.
 
Baca: Jokowi Minta Dokter Indonesia Adaptif dengan Teknologi Baru
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif