foto: BKHM
foto: BKHM

500 Warisan Budaya Tak Benda di Maluku Belum Teregistrasi

Citra Larasati • 30 November 2021 19:32
Jakarta:  Lebih dari 500 warisan budaya tak benda di Maluku yang dicatat oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Maluku (BPNB) belum teregistrasi sebagai warisan budaya Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Hal ini karena belum diusulkan oleh pemerintah setempat.
 
"Kami sudah melakukan pencatatan, jumlahnya di atas 500 dan sudah dimasukkan ke pusat, tapi untuk registrasinya harus diusulkan oleh pemerintah daerah, kami hanya mendukung dari sisi pendataan dan catatan," kata Kepala BPNB Provinsi Maluku Rusli Manorek di Ambon, Selasa, 30 November 2021.
 
Ia mengatakan, proses menjadikan warisan budaya tak benda di Maluku untuk teregistrasi sebagai warisan budaya Indonesia harus dilakukan oleh pemerintah setempat selaku pemilik budaya tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


BPNB, kata dia, telah membantu mempermudah prosesnya dengan melakukan pencatatan dan memasukkan ke Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, sehingga bisa segera diusulkan dengan data tambahan data sebagai bahan kajian dan penilaian.  Karena tim ahli warisan budaya tak benda akan melakukan verifikasi lanjutan terkait nilai dan data warisan berdasarkan dokumen yang diajukan oleh pemerintah, jika lolos maka diregistrasi dan diumumkan.
 
"Sebenarnya masih banyak yang harus diangkat, tapi proses untuk mengajukan menjadi warisan budaya Indonesia mekanismenya harus dari pemerintah daerah setempat, karena yang harus mengusulkan adalah yang memiliki kebudayaan itu, kami hanya memfasilitasi," ujar dia.
 
Menurut Rusli, saat ini baru 22 warisan budaya Maluku yang teregistrasi sebagai warisan budaya Indonesia, di antaranya adalah gula aren Saparua, Inasua dan Embal yang dilombakan dengan melibatkan pelajar SMK. Kegiatan tersebut merupakan upaya pengembangan agar tetap lestari.
 
Baca juga:  Gernas BBI Aroma Maluku, Libatkan Pendidikan Dalam Pengembangan UMKM
 
Karena warisan budaya yang telah teregistrasi sebagai warisan budaya Indonesia harus dijaga dan dikembangkan agar registrasinya tidak dicabut oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek.
 
"Warisan budaya yang sudah teregistrasi, sudah diakui dan ditetapkan harus dijaga dan diwariskan dengan pengembangan selanjutnya, jika tidak diwariskan dan dikembangkan maka suatu saat akan dicabut," kata Rusli Manorek.

 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif