Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar.  Foto:  Kemendikbud/BKLM
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar. Foto: Kemendikbud/BKLM

Mendidik Anak di Era Digital Butuh Strategi Khusus

Pendidikan pendidikan anak
Media Indonesia • 07 November 2019 15:55
Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Harris Iskandar membagistrategi khusus untuk mendidik anak di era digital. Sebab, anak-anak di era digital memiliki selera yang berbeda dengan orang tuanya di zaman dulu.
 
Harris mengatakan, anak masa kini sering diberi label memiliki karakter yang susah diatur, sulit fokus, dan agak narsistik. Hal itu kerap kali membuat kesulitan tersendiri bagi orang tua untuk dalam mengasuhnya.
 
"Bangsa kita saat ini di tengah lonjakan pertumbuhan penduduk yang luar biasa, Ini terjadi di tengah abad digital, sehingga memerlukan berbagai tips dan strategi dalam pengasuhan yang baik itu seperti apa," kata Harris, dalam acara Apresiasi dan Anugerah Orang Tua Hebat di Balai Kartini, Jakarta, Rabu malam, 6 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, kata Harris, setiap orang tua perlu terus meng-update, berbagi informasi, dan belajar bagaimana mengasuh dan mengembangkan anak di era digital. Harris mengungkapkan, saat ini terdapat 171 juta pengguna internet di Indonesia atau 76% dari total populasi masyarakat.
 
Sebanyak 19,6% pengguna internet screen time-nya melebihi delapan jam per hari. Kondisi tersebut cukup berbahaya bagi anak-anak, apalagi orang tua, yang seharusnya dapat mengendalikan aktivitas anak justru ikut terpapar gawai.
 
"Kita sekarang memasuki era digital divide (kesenjangan digital) jilid dua, yaitu bukan lagi ketimpangan antara akses, tapi antara orang tua yang memberikan izin pada anaknya untuk mengakses internet dengan yang tidak," ungkapnya.
 
Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan turut melakukan upaya untuk menghadapi kondisi tersebut, salah satunya dengan mengadakan workshop bagi orang tua.
 
"(Workshop) semacam kelas orang tua bagaimana memberikan pengasuhan di era digital. (Di sana) kita mendiskusikan bagaimana baiknya menangani anak di era digital karena tidak bisa hanya dengan satu kalimat, Itu perlu dialog bahkan yang terpapar duluan kan sering kali orang tuanya dulu. Orang tuanya mana bisa mengendalikan kalau dia sendiri terpapar," ungkap Harris.
 
Selain itu, tambahnya, terdapat modul pelatihan yang telah dihasilkan oleh Kemendikbud. Seperti modul Seri Pendidikan Orang Tua, Pengasuhan Positif dan modul Seri Pendidikan Orang Tua-Mendidik Anak di Era Digital yang isinya dapat didiskusikan para orang tua.
 
Di samping mengontrol penggunaan gawai pada anak, Harris juga mengimbau para orang tua agar sering mengajak anak bermain/melakukan kegiatan di luar rumah. Hal ini dimaksudkan agar anak aktif bergerak, selain tentu saja untuk membangun karakter.
 
"Orang tuanya dulu kurangi (penggunaan gawai), kemudian ajak anak main keluar untuk mengoordinasikan antara psikomotor, afektif, sama kognitif, itu harus harmonis. Kita sering meremehkan main padahal bermain itu membangun karakter anak," tandasnya.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif