Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, meminta umat Islam memahami perbedaan penetapan awal Ramadan. Anwar menjelaskan perbedaan dalam amaliyah ubudiyah di Indonesia kemungkinan akan berbeda seiring dengan banyaknya Ormas Islam.
"Kemungkinan ada yang memulai puasa dan mengakhiri puasa berbeda. Jadi keniscayaan yang harus kita pahami, maklumi, tapi paling penting keutuhan sebagai umat Islam senantiasa kita jaga," kata Anwar dikutip dari laman mui.or.id, Rabu, 18 Februari 2026.
Anwar menjelaskan Indonesia sebagai bangsa demokratis harus membiasakan diri dengan perbedaan. Dia menyebut perbedaan diperbolehkan asal tidak menyangkut prinsip dan akidah.
Dia menyebut penetapan awal Ramadan sebagai dinamika khazanah keilmuan yang harus dihormati. "Perbedaan yang bisa dikelola dengan baik akan melahirkan harmoni, indah, sesuatu yang penting bagi persatuan Indonesia," tegas dia.
Anwar menekankan persatuan sangat penting untuk menciptakan stabilitas. Apabila stabilitas tercipta, maka pemerintah dan rakyat dapat berbuat lebih banyak untuk masa depan Indonesia.
"Oleh karena itu, MUI mengajak semuanya untuk berusaha sekuat-kuatnya menyempurnakan ibadah sebulan ini sehingga akan melahirkan insan yang sempurna, paripurna, derajat tinggi, kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT," ujar dia.
Pemerintah melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil dalam Sidang Isbat Penetapan Awal Ramadan 1447 H.
Musyawarah penetapan awal Ramadan mengacu pada hasil hisab dan rukyat oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama dan ormas-ormas Islam, yang dikonfirmasi oleh petugas di sedikitnya 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia.
Baca Juga :
Link Download Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Resmi Muhammadiyah, Lengkap Seluruh Wilayah Indonesia
Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Data posisi hilal berdasarkan hisab di seluruh wilayah Indonesia, yaitu ketinggian berkisar antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga 0 derajat 58 menit 47 detik.
Sudut elongasi hilal berada pada rentang 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Sehingga, secara hisab tidak memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.
"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026," kata Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Selasa, 17 Februari 2026.
Sebelumnya, PP Muhammadiyah menetapkan awal mula puasa atau 1 Ramadan 1447 Hijriah bagi warga persyarikatan pada hari Rabu Legi, 18 Februari 2026 M. Penetapan berdasarkan Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 yang dirilis berdasarkan hasil hisab hakiki dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Berbeda dengan metode konvensional yang bersifat lokal, penetapan tahun ini berpedoman pada prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berdasarkan perhitungan astronomis, ijtimak (konjungsi) jelang Ramadan tercatat terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, pukul 12:01:09 UTC.
Dalam analisisnya, Muhammadiyah menjelaskan pada saat matahari terbenam di hari terjadinya ijtimak, kriteria visibilitas hilal Parameter Kalender Global (PKG) 1, mensyaratkan tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi 8 derajat belum terpenuhi di belahan bumi mana pun.
Namun, penerapan KHGT dilanjutkan dengan memeriksa kriteria PKG 2. Hasil hisab menunjukkan bahwa setelah pukul 24.00 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika yang telah memenuhi syarat visibilitas hilal.
"Hisab membuktikan bahwa setelah pukul 24:00 UTC, terdapat wilayah di daratan Amerika, tepatnya di koordinat Lintang 56°48’49” LU dan Bujur 158°51’44” BB, yang telah memenuhi syarat dengan tinggi Bulan 5°23’35” dan elongasi 8°00’11”," tulis keterangan resmi Muhammadiyah dikutip Senin, 26 Januari 2026.
Dengan terpenuhinya syarat tersebut, prinsip kesatuan matlak global diberlakukan. Artinya, penetapan 1 Ramadan 1447 H berlaku serentak di seluruh dunia pada tanggal 18 Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News