Global Sevilla School merayakan hari jadi ke-24 melalui rangkaian kegiatan tahunan Day of Mindfulness dan Mindfulness Week dengan mengusung tema “From Purpose to Practice, One Moment at a Time”. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 6 Oktober hingga 9 Oktober 2026.
Tahun sebelumnya siswa lebih diarahkan pada proses pembelajaran atau learning, tahun ini pendekatan tersebut didorong untuk diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Apa saja rangkaian kegiatannya dan bagaimana mindfulness diterapkan di Global Sevilla? Yuk simak penjelasan berikut!
Mengenal Global Sevilla School
Global Sevilla School merupakan sekolah berstandar Internasional di Jakarta yang telah menerapkan pendekatan mindfulness ke dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan keunggulan akademik, pengembangan karakter, kecerdasan emosional, dan kesejahteraan siswa dalam proses pendidikan.Melalui lingkungan pembelajaran berbahasa Inggris dan kurikulum internasional. Global Sevilla mendukung siswa untuk tumbuh menjadi individu yang percaya diri, berkarakter, peduli, dan memiliki wawasan global.
Lokasi kampus berada di Puri Indah dan Pulo Mas, Global Sevilla berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik dalam pencapaian akademik maupun dalam membangun karakter dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk menghadapi masa depan.
Mindfulness menjadi bagian dari budaya sekolah dan diterapkan sebagai praktik sehari-hari yang mendorong siswa untuk berhenti sejenak, hadir sepenuhnya, memahami diri sendiri dan orang lain, serta membuat pilihan yang bermakna.
Penerapan Mindfulness pada Murid
Mindfulness di Global Sevilla adalah kegiatan untuk menenangkan diri dan diterapkan sebagai kemampuan untuk mengelola diri sebelum memberikan respons terhadap suatu keadaan. Siswa perlu dibiasakan untuk pause before they choose, atau berhenti sejenak sebelum menentukan pilihan.Murid tumbuh dalam lingkungan yang berkembang dengan cepat sehingga mereka perlu memiliki kemampuan untuk berhenti sejenak, memahami situasi, dan menentukan pilihan yang tepat.
“Anak bertumbuh cepat, tapi tumbuh kembang anak juga perlu diperhatikan. Mindfulness menjadi pengingat sebagai manusia bahwa mereka punya pilihan dan perlu berpikir sesuai dengan generasinya serta berkelanjutan,” ujar Lizbeth Duplito, Ketua Panitia Acara dan Kepala Sekolah TK Global Sevilla School, di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Superintendent Global Sevilla School, Michael Thia mengatakan, penerapan mindfulness dilakukan melalui tahapan sederhana, yakni berhenti sejenak, menenangkan diri, melakukan refleksi, kemudian menentukan keputusan.
“Mindfulness itu berasal dari diri sendiri, refleksi diri, memberi jeda atau berhenti sejenak, menenangkan diri, dan menentukan pilihan,” ucapnya.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa menghadapi berbagai situasi dengan respons yang lebih terukur. Dengan demikian, mindfulness dapat menjadi bagian dari kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Kegiatan Mindfulness Week
- Selasa, 6 Oktober 2026: Perayaan Hari Jadi Ke-24, Mindfulness Walking, dan Mindfulness Activity
- Rabu, 7 Oktober 2026: Community-Wide Working Meditation
- Kamis, 8 Oktober 2026: Mindfulness Practice
- Jumat, 9 Oktober 2026: Mindfulness Assessment bagi murid Kindergarten, Primary, dan Secondary
Penyesuaian Mindfulness Berdasarkan Usia dan Karakter Murid
Penerapan mindfulness di Global Sevilla School juga disesuaikan dengan usia serta karakter masing-masing murid. Guru memiliki peran penting dalam menentukan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan murid.Murid tingkat kindergarten atau TK, mindfulness lebih diarahkan pada kemampuan regulasi emosi. Sementara pada jenjang primary atau SD, murid mulai diperkenalkan dengan konsep think first, mengenali apa yang ingin mereka capai, memahami proses yang harus dilakukan, memahami diri sendiri, dan memperoleh pengalaman melalui berbagai permainan dan aktivitas.
“Murid pada jenjang primary, kami ajarkan untuk berpikir terlebih dahulu, memahami diri sendiri, mengenali keinginan mereka, melakukan berbagai pengalaman untuk menyadari diri sendiri, melalui permainan atau aktivitas lain,” ujar Marigold Gutierrez, Kepala Sekolah TK Global Sevilla, di tempat, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sementara itu, menurut Mark Ferdinand, Kepala Sekolah SMP dan SMA Global Sevilla, guru berperan sebagai role model yang membantu siswa belajar melakukan refleksi dan menghargai orang lain. Pendekatan tersebut menjadi bekal murid untuk memiliki kemampuan memahami diri, mengelola emosi, menghargai orang lain, serta bertindak dengan penuh kesadaran.
Penerapan Mindfulness di Sekolah dan Rumah
Penerapan mindfulness di lingkungan sekolah diharapkan juga diharapkan terbawa ke lingkungan keluarga dan kehidupan sehari-hari.“Mindfulness yang diterapkan di sekolah, secara tidak langsung terbawa ke rumah dan dapat diterapkan dalam interaksi antara orang tua dengan anak. Oleh karena itu, mindfulness dapat menjadi penyeimbang dalam hidup,” kata Luciani, Perwakilan Orang Tua Murid, di tempat, Selasa, 6 Oktober 2026.
Orang tua juga dilibatkan dalam proses penerapan mindfulness, yakni sekolah menyediakan seminar mindfulness bagi orang tua serta berbagai kegiatan yang menjadi wadah bagi orang tua dan pihak sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai perkembangan anak.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan antara siswa, orang tua, dan guru. Sekolah memandang pendidikan sebagai proses bersama yang tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah.
Mindfulness Global Sevilla Dinilai Beri Dampak bagi Masyarakat
Penerapan mindfulness di Global Sevilla diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan sosial dan masyarakat. Kebiasaan untuk berhenti sejenak, mengamati keadaan, mengelola emosi, dan mempertimbangkan respons sebelum bertindak dinilai dapat membentuk karakter murid agar lebih peduli terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya.“Mindfulness is about take care each other,” ujar Stanislaus Ola, Wakil Kepala Sekolah SMP dan SMA Global Sevilla, di tempat, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurutnya, mindfulness adalah tentang bagaimana seseorang mengatur dirinya sendiri dan bagaimana ia mampu memperhatikan dan memperlakukan orang lain. Prinsip tersebut menjadi penting ketika murid mulai berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas dan menghadapi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Mendapat Perhatian Kemendikdasmen
Menariknya, penerapan mindfulness di Global Sevilla telah berjalan sebelum pemerintah yang dalam hal ini adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong program mindful learning.Kini, Kemendikdasmen turut memberikan perhatian terhadap penerapan pembelajaran berbasis mindfulness. Kemendikdasmen memberikan pembinaan secara rutin kepada sekolah SPK dan melakukan proses akreditasi secara berkala.
“Perhatiannya dalam bentuk pembinaan secara rutin untuk sekolah-sekolah SPK. Kami sering diundang untuk mengikuti biasanya kegiatan pendidikan atau pengembangan,” jelas Wakil Kepala Sekolah SMP dan SMA Global Sevilla, Stanislaus Ola.
Keterlibatan pemerintah melalui pembinaan dan akreditasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa praktik pendidikan di Global Sevilla terus berjalan dalam kerangka evaluasi dan pengembangan. Sekolah telah menjadikan mindfulness sebagai bagian dari budaya pendidikan, mulai dari mengajarkan murid melakukan regulasi emosi hingga membiasakan mereka untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan menentukan respons secara sadar.
Penerapan tersebut juga sejalan dengan upaya Global Sevilla membangun kesadaran terhadap keberagaman. Murid berada dalam lingkungan yang memberikan ruang bagi berbagai agama, suku, dan latar belakang. Melalui pengalaman tersebut, murid belajar memahami diri sendiri dan belajar menghargai orang lain.
Penerapan mindfulness pada lingkungan pendidikan menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang mampu memberikan kontribusi positif di lingkungan sosial.
(Adinda Kinanthi)