Selain Dirjen Pesantren, malam penutupan juga diisi laporan Ketua Panitia yang disampaikan Direktur Ma'had Aly, Adib. Acara penutupan juga disertai dengan sambutan-sambutan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadho, KH Fathul Bari, selaku tuan rumah, Kakanwil Kemenag Jawa Timur dan Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib
Enam Pesan untuk Santri
Pesan pertama Basnang Said adalah soal kepemimpinan. "Belajarlah menjadi pemimpin. Jangan remehkan kepemimpinan sekecil apa pun; menjadi ketua regu saja sudah merupakan prestasi," ujarnya. Ia mengingatkan, banyak alumni pesantren yang telah mengambil bagian dalam kepemimpinan bangsa.- Kedua, ia meminta santri memperkuat kemampuan bahasa asing karena banyak manfaatnya untuk menjelajahi dunia.
- Ketiga, Dirjen berpesan agar santri bijak bermedia sosial. "Jangan gampang merusak Indonesia dengan provokasi. Jangan mencederai masa depan kalian sebagai santri," tegasnya.
- Keempat, ia menekankan penguatan karakter, sebab akhlak sangat penting bagi seorang santri. "Bagi yang juara, jangan jumawa. Bagi yang tidak juara, jangan berkecil hati. Prestasi yang paling penting adalah prestasi karakter," kata Basnang.
- Kelima, ia mengajak santri mencintai bangsa. "Cintailah bangsa ini, karena mencintai bangsa adalah bagian dari iman. Jadilah kalian santri yang mengisi kemerdekaan," pesannya.
- Terakhir, Dirjen mengingatkan adab santri kepada guru dan orang tua. "Jangan pernah lupa mendoakan guru-guru dan orang tua kalian. Jangan lupa kembali bersilaturahim kepada kiai," tuturnya.
"Kegiatan ini melahirkan semangat. Semarak dan gegap gempita Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI akan kita kenang sepanjang hidup," ujarnya.
Penutupan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI. Foto: Kemenag
Adib juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penyelenggaraan. Ia menyebut secara khusus Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadho Bululawang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Malang, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.
Sebagai tuan rumah, KH Fathul Bari berpesan agar semangat perkemahan tidak ikut selesai bersama acara. "Tenda-tenda boleh dibongkar, tapi semangat jangan dibongkar. Langkah kaki boleh meninggalkan bumi perkemahan, tapi nilai-nilai kebaikan harus dibawa dalam setiap kehidupan," tuturnya.
Menurutnya, keberhasilan PPSN tidak diukur dari piala yang dibawa pulang. "Yang membawa semangat perubahan dan terus membawa kepedulian terhadap lingkungan, itulah pemenangnya," kata Kiai Fathul Bari.
Telah hadir pada acara tersebut Para Direktur pada Direktorat Jenderal Pesantren Kemenag RI, Wakil Bupati Malang, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan seluruh pendamping dan peserta kontingen PPSN VI Malang.
Baca Juga :