Salah satu puasa yang biasa dilaksanakan adalah puasa Ayyamul Bidh atau puasa tiga hari setiap bulan Hijriah. Anjuran ini merupakan momentum bagi setiap umat Islam untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT secara konsisten di tengah rutinitas harian yang padat.
Meski hukumnya sunnah, antusias umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa tetap tinggi mengingat pahala yang akan didapatkan sebagai tabungan di akhirat.
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat luar biasa jika dilihat dari ganjaran pahala. Mengutip Buku Puasa Wajib dan Sunnah karya Agus Tarsono, setiap amal saleh dalam Islam dijanjikan ganjaran sepuluh kali lipat.
Dengan perhitungan tersebut, berpuasa satu hari setara dengan berpuasa sepuluh hari. Jika seorang muslim rutin menjalankan puasa tiga hari setiap bulan Hijriah maka terhitung seperti berpuasa setahun penuh.
Bagi Sobat Medcom yang ingin menjalankan ibadah puasa Ayyamul Bidh, yuk simak penjelasan mengenai pengertian, jadwal, niat, hingga keutamaannya berikut ini.
Pengertian Puasa Ayyamul Bidh
Melansir laman NU Online, Ayyamul Bidh diartikan sebagai hari-hari yang terang benderang. Hal ini disebabkan karena kondisi langit malam pada tanggal tersebut disinari oleh cahaya bulan purnama.Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa Ayyamul Bidh setiap tanggal 13, 14, dan 15 di setiap bulan dalam penanggalan Islam, tanpa terkecuali pada bulan Syawal maupun Zulkaidah.
Landasan kemuliaan ibadah ini berdasar pada sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin Al-’Ash, “dan sesungguhnya cukuplah bagimu berpuasa tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (H.R Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai).
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh
Meskipun umat Islam diperbolehkan memilih hari apa saja untuk menjalankan puasa tiga hari tersebut, terdapat waktu-waktu yang jauh lebih utama. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan an-Nasai, Rasulullah SAW bersabda “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriah).”Apabila mengacu pada kalender Hijriah tahun 2026 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), puasa Ayyamul Bidh pada bulan Februari 2026, bertepatan dengan bulan Syaban 1447 H. Mengingat 1 Syaban jatuh pada 20 Januari 2026, maka jadwal puasa sunnah Ayyamul Bidh jatuh pada awal Februari.
Berikut rincian jadwal Puasa Ayyamul Bidh Februari 2026:
- 13 Syakban 1447 H: Minggu, 1 Februari 2026
- 14 Syakban 1447 H: Senin, 2 Februari 2026
- 15 Syakban 1447 H: Selasa, 3 Februari 2026
Niat Puasa Ayyamul Bidh
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh dalam tulisan Arab, Latin, dan terjemahannya:نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidl lilahi ta’ala.
Artinya, “Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta’âlâ.”
Selain mengucapkan niat dalam hati, umat Islam juga disunnahkan untuk mengucapkannya dengan lisan.
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dilakukan sejak malam hari hingga siang hari sebelum masuk waktu zawal (saat matahari tergelincir ke barat), dengan catatan orang tersebut belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit matahari.
Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Melansir laman Baznas Kota Yogyakarta, Puasa Ayyamul Bidh bukan sekadar amalan sunnah biasa. Berikut keutamaannya:1. Pahala melimpah setara puasa setahun
Allah SWT melipatgandakan satu kebaikan menjadi sepuluh kali lipat, berpuasa tiga hari setiap bulan nilainya setara dengan puasa satu bulan penuh. Jika dilakukan secara konsisten setiap bulan, seorang muslim akan mendapatkan ganjaran pahala seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun.2. Menyucikan hati dan jiwa
Puasa Ayyamul Bidh merupakan sarana menyucikan hati dan jiwa. Selain menahan lapar, puasa melatih pengendalian diri dari perbuatan dosa sehingga kesucian hati tetap terjaga dan ketaatan kepada Allah SWT semakin tumbuh.3. Peningkatan kekuatan dan ketenangan spiritual
Melaksanakan puasa Ayyamul Bidh memberikan kedamaian batin dan kedekatan kepada Allah SWT. Hal ini membantu seseorang lebih istikamah, sabar dalam menghadapi cobaan, serta memperkuat hubungan dengan sesama.4. Benteng pelindung dari kemaksiatan
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa puasa adalah perisai, amalan ini efektif untuk meredam gejolak hawa nafsu. Dengan terjaganya hawa nafsu, seorang muslim memiliki benteng yang kuat untuk menjauhi maksiat dan lebih fokus memperbanyak amal kebaikan.5. Amalan ringan dengan pahala besar
Puasa Ayyamul Bidh adalah solusi ibadah bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk berpuasa sunnah setiap hari. Meski hanya dilakukan tiga hari dalam sebulan, pahalanya sangat besar dan menjadikannya bekal akhirat yang sangat berharga namun tetap ringan dijalankan.Nah, Sobat Medcom itulah ulasan mengenai puasa Ayyamul Bidh di bulan Februari 2026. Dengan segudang keutamaan, mulai dari pahala setahun penuh hingga fungsinya sebagai perisai dari maksiat, Puasa Ayyamul Bidh menjadi amalan yang sayang untuk dilewatkan. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News