IPB Perbanyak Titik Pemersatu di Kampus
Rektor IPB, Arif Satria. Foto: Medcom.id/Citra Larasati

Bogor:  Institut Pertanian Bogor (IPB) terus memperkuat karakter kebangsaan kepada mahasiswanya, sebagai salah satu upaya menangkal paham radikalisme di lingkungan kampus. Salah satunya dengan memperbanyak titik-titik yang dapat membuat seluruh warga kampus bersatu dan melupakan perbedaan.

"Insya Allah kampus IPB makin kondusif untuk pengembangan karakter kebangsaan," kata Rektor IPB, Arif Satria di Bogor, Selasa, 15 Mei 2018   


Ia mengatakan, upaya penguatan karakter kebangsaan para mahasiswa, salah satunya melalui asrama mahasiswa maupun asrama kepemimpinan yang baru didirikan tahun ini.     

Selain itu, aktivitas kemahasiswaan juga makin beragam.  Khususnya berkaitan dengan seni, baik tari maupun musik. Menurut dia, seni dan olahraga efektif menjadi titik temu beragam kalangan lintas agama, lintas etnik, dan lintas kelas sosial.     

"IPB akan terus mencari titik-titik di mana orang bisa bersatu," kata Arif.  

Ia menambahkan IPB kini terus memperkuat pendidikan karakter kebangsaan di asrama karena asrama adalah media untuk pendidikan multikultural.  "Dengan pola pendidikan multikultural dan pendidikan karakter di IPB.  Jangan ragukan nasionalisme mahasiswa kita. Insya Allah mahasiswa pun akan makin disibukkan dengan kegiatan pengembangan 'soft skill' untuk memperkuat ciri mahasiswa IPB sebagai calon 'technopreneur'," tutur Arif.

Terkait dengan teror bom di Surabaya, Rektor IPB itu beserta keluarga besar IPB menyampaikan keprihatinannya, turut berduka cita atas jatuhnya korban.   "Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan ketabahan dan kesabaran kepada keluarga korban," ucap Arif.       

IPB juga mengecam segala tindak kekerasan, dan terorisme yang tidak berperikemanusiaan serta merusak tata peradaban bangsa. IPB juga mengimbau kepada seluruh warga kampus untuk tetap tenang, dan waspada terhadap segala jenis provokasi serta terus menjaga keutuhan dan kelangsungan kehidupan berbangsa.


 



(CEU)