Guru Berperan Penting Tanamkan Nilai Kebangsaan pada Siswa
Pelajar Sekolah Negeri Tanah Tinggi 1 mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, Tangerang, Banten, Kamis (23/3). (Foto: Antara/Fajrin Raharjo).
Yogyakarta: Guru berkewajiban mewarisi nilai kebangsaan kepada siswanya. Menurut Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, guru punya tanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Di situasi sekarang ini, guru harus bisa memberikan pendidikan budi pekerti, kebinnekaan, ajak siswa agar menjadi generasi muda yang cinta Tanah Air, toleran, tenggang rasa, dan saling menghargai," kata Eko Suwanto seperti dilansir Antara, Rabu, 16 Mei 2018.


Lebih dari itu, politisi muda PDIP itu menegaskan bahwa guru tidak hanya mentransfer ilmu, melainkan juga mengajarkan nilai budi pekerti. Untuk mewujudkan hal itu, kata dia, perlu pula meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru dengan cara peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan.

"Peningkatan kualitas guru dapat dilakukan dengan memberikan beasiswa bagi guru dari D3 menjadi S1, S1 ke S2, dan S2 ke S3 selain pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru," ungkapnya.

Langkah peningkatan kesejahteraan guru dapat dilakukan melalui APBD. Bila rekomendasi ini disetujui, sebut Eko, tentu bakal menguntungkan pemda.

"Kita harapkan Pemda DIY dapat meningkatkan insentif GTT PTT di atas UMK secara bertahap. Kenaikan akan dimulai tahun anggaran 2019. Prinsipnya kita dukung Pemda DIY tingkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, baik PNS maupun GTT PTT (Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap) sesuai kemampuan keuangan daerah," ungkap dia.

Ia berujar, pendidikan yang baik bagi para siswa harus dilakukan oleh pengajar yang memiliki kompetensi yang baik pula. Oleh karenanya, pemerintah daerah dan juga masyarakat punya tanggung jawab bersama menyelamatkan generasi bangsa melalui pendidikan karakter.

"Kita mengajak guru untuk membentengi siswa didik dari ancaman berbagai paham atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melakukan proses pembelajaran yang melahirkan siswa didik yang saling menghargai, saling menolong, dan memiliki budi pekerti yang luhur. Mengajak orang tua dan tokoh masyarakat untuk aktif melakukan pengawasan terhadap anak agar tidak terkena pengaruh buruk paham atau ideologi intoleransi, radikalisme maupun terorisme," pungkas Eko.



(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id