Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nizam menyebut, bahwa sejatinya metode pembelajaran daring telah didorong sejak 2000. Meski begitu perkembangan dari pemanfaatan belajar daring berbasis teknologi itu masih minim tak mengalami kemajuan.
"Baru sedikit sekali yang memanfaatkan teknologi untuk memperkaya ruang belajar buat mahasiswa," kata Nizam dalam webinar Adaptasi Kuliah di Masa Pandemi, Kamis 20 Mei 2021.
Namun dengan adanya pandemi, dalam satu tahun belakangan ini pemanfaatan teknologi untuk belajar membaik. "Tidak ada lagi yang tidak menggunakan Zoom. Kita dipaksa memanfaatkan teknologi," sambungnya.
Secara filosofi, kata Nizam, kebutuhan di abad 21 ini para warga dunia pendidikan khususnya pelajar harus memiliki kemampuan adaptasi cepat. Agar jadi pembelajar mandiri.
"Dan kemampuan belajar mandiri ini jadi terasah selama pandemi ini. Kita dipaksa untuk punya semangat untuk kuliah daring, cari sumber belajar, kerjakan tugas meskipun tidak berinteraksi langsung dengan dosen. Jadi dari sisi kebutuhan kompetensi kita dipaksa keadan menjadi pembelajar mandiri. dan akhirnya termotivasi sendiri," lanjut dia.
Baca juga: Nadiem: Jangan Sampai Teknologi Turunkan Minat dan Prestasi Belajar
Jadi ke depan menurutnya, mahasiswa itu belajar bukan karena dosen atau ada yang mengawasi, melainkan karena motivasi sendiri.
"Jadi kadang kan dia mematikan video karena alasannya hemat pulsa. Tapi apakah sebenarnya dia tidur atau ngapain, harusnya kan saya tidak khawatir, ini adalah tantangan betul bagi mahasiswa, kalau memang pengen dengar ya dengar, kalau enggak mau dan sudah mengerti ya sudah yang penting nanti bisa. Ini yang penting mahasiswa mengerti bagaimana kebutuhan belajar itu sendiri," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News