Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta
Ilustrasi. Foto: MI/Galih Pradipta

Pesantren Sulit Terapkan Belajar Daring Secara Penuh

Pendidikan pondok pesantren Pembelajaran Daring Metode Pembelajaran
Ilham Pratama Putra • 22 Oktober 2020 15:11
Jakarta: Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhlas Ujung, Nasaruddin Umar, menyebut pesantren menjadi jenis pendidikan yang paling sulit menjalankan pembelajaran daring secara penuh. Sebab, ada jenis pelajaran yang memang harus dilakukan tatap muka.
 
"Ada misalnya untuk hafalan Alquran. Itu dia kan harus berhadapan dengan kiainya. Kalau online kan bisa saja dia (santri) di bawah mejanya ada Alquran," kata Nasaruddin dalam siaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual, Kamis 22 Oktober 2020.
 
Ponpes yang dipimpin Nazaruddin pun menerapkan sistim bergantian atau shifting berdasarkan kelas. Misalnya, pada semester ganjil yang masuk pesantren adalah pelajar kelas 1, 3, dan 5.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti gantian di semester genap baru masuk yang kelas 2, 4, dan 6. Saat pelajar tidak ada di kelas itu yang mengikuti kelas online," ungkap dia.
 
Baca:Pesantren Diminta Bersiap Beradaptasi dengan Regulasi Baru
 
Imam Besar Masjid Istiqlal itu pun memastikan jika warga pendidikan yang hadir ke pesantren dalam keadaan sehat. Selama di pesantren, seluruh warga pesantren harus menerapkan protokol kesehatan.
 
"Sanitasi disediakan, wajib pakai masker dan face shield, menjaga jarak termasuk waktu sholat juga dijalankan, mencuci tangan," terang Nasaruddin.
 
Tamu yang datang juga dibatasi. Nasaruddin tidak mengizinkan tamu masuk dalam lingkungan pesetren. "Termasuk orang tua tidak kami izinkan, kalau mengantar makanan dititipkan di penjaga depan. Masyarakat umum juga tidak bisa sholat dalam lingkungan pesantren," ujar dia.
 
(AGA)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif