Butuh Biaya yang Tidak Sedikit

Anang: Pantau Aktivitas Digital Sivitas Akademika, Itu Ide Offside

Intan Yunelia 10 Juni 2018 14:03 WIB
Radikalisme di Kampus
Anang: Pantau Aktivitas Digital Sivitas Akademika, Itu Ide <i>Offside</i>
Foto: AFP/Mladen Antonov
Jakarta:Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menilai kebijakan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhammad Nasir mengawasi aktivitas digital sivitas akademika (telepon dan medsos) sama sekali bukan solusi mengatasi radikalisme di lingkungan kampus.

"Pantau aktivitas digital mahasiswa, Itu ide offside dan justru membuat gaduh ruang publik. Masalahnya di mana, solusinya apa," kata Anang dalam keterangan tertulisnya kepada medcom.id, Minggu, 10 Juni 2018.


Dari sisi teknis, wacana kebijakan ini pun sangat rumit. Semestinya penanganan radikalisme di  kampus dimulai dari hulunya. Sementara, apa yang dilakukan Menristekdikti kebijakan hilir yang lebih mirip upaya yang dilakukan penegak hukum.

Tentu bukan perkara mudah mengawasi seluruh aktivitas komunikasi dan media sosial mahasiswa dan dosen. Nyaris mustahil dan juga memerlukan biaya yang tidak sedikit.

"Saat ini saja ada 8 juta jumlah sivitas akademika se-Indonesia yang terdiri dari 7,5 juta mahasiswa aktif, 300 ribu dosen/tenaga pengajar, dan tenaga non pendidik 200 ribu. Pertanyaannya, apakah 8 juta orang itu akan dipantau seluruhnya?," tanya Anang.  

Wacana Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir tentang pendataan dan pengawasan aktivitas digital (ponsel dan medsos) sivitas akademika dipastikan akan jalan terus.  Meski sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan tinggi sempat meminta rencana tersebut untuk dibatalkan.

Nasir akan mengundang seluruh Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia pada 25 Juni mendatang. Agenda utama pertemuan tersebut adalah membahas langkah-langkah bersama yang akan dilakukan untuk menyikapi radikalisme di perguruan tinggi.

 



(CEU)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id