TKA SMP 2026. DOK Kemendikdasmen
TKA SMP 2026. DOK Kemendikdasmen

TKA SMP 2026 Terkendala Mati Listrik di Sejumlah Sekolah, Kemendikdasmen Bakal Koordinasi ke PLN

Ilham Pratama Putra • 08 April 2026 11:44
Ringkasnya gini..
  • Sejumlah sekolah mengalami kendala saat pelaksanaan TKA SMP 2026, seperti mati listrik dan banjir.
  • Kemendikdasmen akan berkoordinasi dengan PLN sebagai langkah evaluasi.
  • Siswa yang terkedala saat pelaksanaan TKA SMP 2026 bakal melakukan TKA susulan.
Jakarta: Sejumlah sekolah melaporkan pemadaman listrik saat Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan hal itu telah diatasi.
 
"Informasi dari daerah terkait pemadaman listrik, kemudian juga berkaitan dengan jaringan internet, itu sudah kita bisa atasi," ujar Kepala Badan, Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
 
Meski begitu, ke depan persoalan listrik akan terus menjadi perhatian. Pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN sebagai langkah evaluasi.

"Pelaksanaan berikutnya agar berkoordinasi yang lebih lagi dari kita dengan PT PLN misalnya," jelas dia.
 
Selanjutnya, ada juga sekolah yang terkendala banjir saat menggelar TKA. Toni mengatakan sekolah yang mengalami banjir atau siswa yang tidak bisa hadir karena banjir akan diberikan jadwal susulan.
 
"Kita sudah alihkan sesuai dengan prosedur operasional standar kita. Ada jadwal susulan yang sudah kita tentukan jadwalnya," ujar dia. 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memastikan pelaksanaan TKA di sekolah telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. 
 
“Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan. Kita berharap pelaksanaan TKA ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar Mu’ti saat meninjau hari pertama TKA di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, 6 April 2026.
 
Mu'ti juga memastikan pelaksanaan TKA di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) telah diantisipasi dengan skema fleksibel. Soal tidak sepenuhnya berbasis daring, sehingga sekolah dengan keterbatasan perangkat tetap dapat melaksanakan asesmen, termasuk melalui skema berbagi fasilitas dengan sekolah lain.
 
Kemudian untuk satuan pendidikan yang terdampak bencana, seperti saat ini sekolah yang mengalami kebakaran dan banjir, pemerintah telah menyiapkan mekanisme ujian susulan berbasis komputer guna memastikan seluruh peserta tetap mendapatkan haknya.
 
“Sekolah telah menyiapkan pelaksanaan dengan sebaik-baiknya. Dengan sistem yang ada, kita optimistis pelaksanaan TKA dapat memberikan data yang valid dan akurat sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan,” ujar Mu'ti.
 
Secara nasional, pelaksanaan TKA pada hari pertama mencapai sekitar 98 persen dari target peserta. Sementara itu, sekitar 2 persen siswa belum mengikuti TKA karena berbagai alasan, seperti kesiapan psikologis maupun pertimbangan orang tua. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan