"Kita sudah menyiapkan fasilitator daerahnya, sudah kita latih di akhir tahun 2026 ini, sekitar 1.087 yang sudah kita siapkan," kata Direktur Guru Pendidikan Dasar Kemendikdasmen, Rachmadi Widdiharto, di Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.
Fasilitator datang dari berbagai unsur, baik itu dosen, staf pengajar, hingga dari Unit Pelayanan Terpadu (UPT). Kemudian, ada juga dari unsur guru, yakni guru SMA, SMP, dan SD yang kemampuan Bahasa Inggrisnya bagus untuk bisa menjadi fasilitator daerah nantinya.
"Termasuk juga dari lembaga-lembaga mitra kita juga, kita siapkan," beber dia.
Pihaknya menargetkan guru di 90 ribu sekolah akan mendapatkan pelatihan kompetensi Bahasa Inggris. "Sekitar 90.000 satuan pendidikan. Itulah yang menjadi target atau prioritas utama untuk kita latih kemampuan Bahasa Inggrisnya," ujar Rachmadi.
Rachmadi mengatakan guru-guru di 90 ribu satuan pendidikan itu tidak memiliki latar belakang kemampuan mengajar Bahasa Inggris. Sehingga, perlu ada pelatihan.
a mengatakan pelatihan peningkatan kompetensi Bahasa Inggris bagi para guru akan dimulai tahun 2026. Kementerian juga telah menyiapkan petunjuk teknis dan Learning Management System (LMS).
"Kami sudah menyiapkan, pertama terkait dengan regulasinya, juknisnya sudah ada, kemudian dari Permendikasmen sudah ada, kemudian dari infrastrukturnya kita menyiapkan LMS-nya," kata Rachmadi.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menetapkan Bahasa Inggris sebagai mapel wajib di SD. Kebijakan ini mulai berlaku tahun 2027.
"Bahwa mulai tahun 2027 Bahasa Inggris akan diajarkan sebagai mata pelajaran wajib," kata Mendikdasmen Abdul Mu'ti di kantor Kemendikdasmen, Rabu, 22 Oktober 2025.
Bahasa Inggris sebagai mapel wajib mulai diterapkan untuk siswa kelas 3 SD. Sebelum diterapkan, Mu'ti mengatakan persiapan guru yang akan mengajar Bahasa Inggris lebih penting.
Karena itu, pihaknya akan membuat pelatihan bagi para guru agar kemampuan guru dalam mengajar Bahasa Inggris lebih baik. "Tahun depan kita akan memberikan pelatihan Bahasa Inggris untuk para guru yang nanti akan mengajar di sekolah-sekolah tingkat dasar ini," tutur dia.
Pihaknya bekerja sama dengan sejumlah lembaga kursus Bahasa Inggris. Ditargetkan akan ada 50 ribu guru yang akan mengikuti pelatihan Bahasa Inggris tahun 2026.
"Kerja sama dengan EF Swedia untuk 50 ribu orang guru untuk tahun 2026 dengan MOU yang sudah ditandatangani tanggal 16 September kerja sama dengan British Council juga dilakukan jadi kesiapannya, sudah," ujar Mu'ti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News