Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Totok Suprayitno, Medcom.id/Intan Yunelia.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Totok Suprayitno, Medcom.id/Intan Yunelia.

Nilai Rerata di SMP Penyelenggara UNBK Alami Kenaikan

Pendidikan ujian nasional
Intan Yunelia • 28 Mei 2019 22:06
Jakarta: Perluasan penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP yang tahun ini mencapai 83% diikuti dengan kenaikan nilai di sekolah-sekolah penyelenggara UNBK dibanding 2018.
 
"Kenaikan nilai tertinggi terjadi pada mata pelajaran Matematika," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Kemendikbud, Totok Suprayitno, saat Jumpa Pers Hasil UN jenjang SMP, di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
 
Tren rerata nilai murni di SMP negeri yang menggelar UNBK mengalami kenaikan sebanyak 1,67 poin. Sedangkan di SMP swasta lebih tinggi lagi, yakni sebesar 2,11 poin. Kemudian Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri sebanyak 1,58 poin, sedangkan MTs swasta sebanyak 1,34 poin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk pendidikan kesetaraan, terjadi peningkatan jumlah peserta UNBK dari 79,639 ribu peserta di 2018 menjadi 118,885 ribu di 2019. Nilai rerata UN untuk mata pelajaran Matematika naik 1,32 poin, sedangkan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) meningkat 0,36 poin.
 
"Berdasarkan distribusi nilai, terlihat perbedaan profil peserta 2019 dibandingkan tahun 2018, yakni bertambahnya peserta didik dengan rerata nilai kurang dari 40," jelas Totok.
 
Baca:83 Persen UN SMP Sudah Berbasis Komputer
 
Totok memaparkan, koreksi nilai terjadi pada sekolah-sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) pada 2018 dengan indeks integritas ujian nasional (IIUN) rendah, yang kemudian beralih menjadi sekolah penyelenggara UNBK di 2019. Sekolah-sekolah yang IIUN rendah tersebut terkoreksi nilainya hingga 12,20 poin. Namun, sekolah-sekolah UNKP dengan IIUN tinggi meningkat sebesar 0.31 poin.
 
Dengan UNBK, kata Totok, refleksinya menjadi lebih jernih. Sekolah dapat mengetahui di mana letak kelemahan, dan kekuatannya siswa di setiap mata pelajaran. "Bayangkan, kalau dengan kecurangan, siswa itu sebenarnya tidak bisa menjawab soal itu, tetapi seolah-olah bisa mengerjakan. Sehingga tidak dapat intervensi yang diperlukan. Harusnya gurunya masih perlu dilatih, tetapi tidak,” jelasTotok.
 
UN jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) menorehkan sejarah dengan ekspansi ujian berbasis komputer (UNBK) hingga mencakup 83% peserta (3.581.169) yang berasal dari 43.833 sekolah. Pada tahun 2019, tujuh provinsi telah menyelenggarakan UNBK jenjang SMP 100%. Sebanyak 22 provinsi menyelenggarakan UNBK jenjang MTs 100%, sedangkan ujian paket B terselenggara UNBK 100% di 33 provinsi.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif