Ilustrasi. Foto: Media Indonesia
Ilustrasi. Foto: Media Indonesia

KPAI: Kenali Kecenderungan Bunuh Diri pada Anak

Pendidikan kekerasan anak perlindungan anak
Intan Yunelia • 17 Januari 2020 12:38
Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan turut prihatin atas meninggalnya salah seorang siswi di SMP Negeri di Jakarta yang diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai tiga sekolahnya. KPAI meminta lingkungan sekitar terutama orang dewasa peka melihat gelagat anak frustasi yang dapat memicu tindakan melukai diri sendiri, salah satunya bunuh diri.
 
"Alasan seorang remaja melakukan percobaan bunuh diri bisa begitu rumit, sekaligus pada sisi lain mungkin bukan suatu hal yang dianggap berat bagi orang dewasa pada umumnya. Oleh karena itu, jangan langsung menghakimi anak jika ia sedang dirundung masalah," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti kepada Medcom.id, Jumat, 17 Januari 2020.
 
Menurutnya, orang yang berada di sekeliling anak harus memiliki kepekaan. Mengenali tanda-tanda remaja yang berniat melakukan tindakan melukai diri sendiri bahkan bunuh diri, lalu segera melakukan upaya pencegahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jangan abaikan tanda-tanda perilaku remaja yang berniat bunuh diri. Dengarkan semua yang ingin dia sampaikan dan selalu pantau tindakannya. Jangan mengabaikan ancaman bunuh dirinya dan justru melabelinya sebagai individu yang suka bersikap berlebihan," jelas Retno.
 
Retno mengimbau orang tua khususnya, untuk meluangkan waktu dan mendengarkan keluh kesah anak. Karena setiap anak berbeda-beda cara dalam menyikapi permasalahan yang dihadapinya.
 
"Cobalah untuk bertukar perasaan dengan anak dan pastikan dia tahu kondisi yang dialaminya adalah normal. Tiap orang pernah mengalami masa-masa terpuruk dan pada akhirnya semua akan baik-baik saja," tutur Retno.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Retno, saat dimintai tanggapan soal kasus dugaan bunuh diri seorang siswi di salah satu SMP di Ciracas, Jakarta Timur, berinisial SN, 14. Siswi tewas setelah lompat dari lantai tiga sekolahnya pada Selasa, 14 Januari 2020.
 
Nyawanya tak tertolong setelah menjalani perawatan di rumah sakit. "Infonya lompat dari ketinggian, kalau enggak salah dari lantai tiga," kata Camat Ciracas Mamad, ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Mamad mengungkapkan, siswi yang melakukan upaya bunuh diri tersebut mengalami luka yang cukup parah. Korban sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis sekitar pukul 20.00 wib, Selasa malam.
 
Setelah dua hari menjalani perawatan di RS Polri, nyawanya tak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia sore tadi (Kamis) sekitar pukul 16.15 WIB.
 

(CEU)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif