Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Menkominfo Jonnny G Plate di acara Kampus Merdeka Rumah Generasi Digital Masa Depan dan Acara MoU Kerja Sama antara Media Group Network dan Yayasan Universitas Swiss German University. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Menkominfo Jonnny G Plate di acara Kampus Merdeka Rumah Generasi Digital Masa Depan dan Acara MoU Kerja Sama antara Media Group Network dan Yayasan Universitas Swiss German University. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Nadiem: Kecerdasan AI Sudah Menjadi Teman Sehari-hari

Pendidikan Nadiem Makarim artificial intelligence Johnny Gerard Plate Talenta Digital
Ilham Pratama Putra • 21 April 2022 18:53
Jakarta: Kemajuan teknologi terus berkembang pesat. Salah satunya kecerdasan buatan atau artificial intelegent (AI).
 
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyebut AI bukan lagi khayalan seperti di film. Melainkan, sudah masuk dalam kehidupan manusia hari ini.
 
"Kecerdasan AI sudah menjadi teman sehari-hari dan perkembangan AI ini akan terus terjadi dan dalam jangka waktu cepat," kata Nadiem dalam acara Kampus Merdeka Rumah Generasi Digital Masa Depan dan Acara MoU Kerja Sama antara Media Group Network dan Yayasan Universitas Swiss German University secara daring di Grand Studio Metro TV, Kamis, 21 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Nadiem menuturkan hadirnya AI menuntut Indonesia segera mempersiapkan talenta muda digital. Talenta muda digital ini adalah lokomotif dari perubahan Indonesia.
 
"Mereka yang tanggap, yang tangguh, yang mampu mengadaptasi perubahan, yang menguasai digital skill dan digital culture serta memiliki karakter pelajar Pancasila," papar Nadiem.
 
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyampaikan saat ini adalah kesempatan bagi Indonesia melakukan transformasi digital dengan cepat dan tepat. Dia berharap kontribusi digital Indonesia kian besar dari tahun ke tahun.
 
Saat ini, kontribusi digital Indonesia masih 4 persen dari GDP. Johnny berharap pada 2030, kontribusi digital bisa menjadi 18 persen dari GDP.
 
"Kuncinya di talenting digital muda. Sehingga kerja sama pemerintah dengan ekosistem pendidikan di universitas penting sekali. Kita harus bangun kekuatan kit untuk tumbuh maju menuju era kita ke digital nasional menyongsong 4.0," tutur Johnny.
 
Baca: Literasi Digital Indonesia Masih Rendah, Perlu Dikenalkan Lewat Kurikulum Pendidikan
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif