Ilustrasi belajar. Medcom.
Ilustrasi belajar. Medcom.

Sering Keliru, Ini Penggunaan Tanda Baca yang Tepat

Pendidikan Bahasa Indonesia Mata pelajaran Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Medcom • 20 April 2022 19:38
Jakarta: Pernahkah terlintas di benak Sobat Medcom, bagaimana jadinya jika sebuah tulisan tidak memiliki tanda baca? Tentu sulit dipahami, bukan? Tanda baca sejatinya berfungsi menggambarkan struktur, intonasi, dan jeda dalam sistem ejaan.
 
Penggunaan tanda baca disesuaikan dengan maksud yang ingin disampaikan penulis. Itulah sebabnya terdapat beragam jenis tanda baca dengan masing-masing fungsi yang berbeda pula. Tak ayal, masih banyak dijumpai kesalahan penggunaan tanda baca.
 
Agar kesalahan tersebut tak berlarut-larut, simak pembahasan mengenai fungsi tanda baca yang dikutip dari Zenius.

1. Tanda titik (.)

Tanda baca titik memiliki beberapa fungsi, yakni:
  1. Digunakan pada akhir kalimat pernyataan. Contoh: Justin Bieber akan konser di Jakarta.
  2. Digunakan di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, maupun daftar
  3. Untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu. Contoh: 02.30.20 (2 jam, 30 menit, 20 detik)
  4. Dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan dan tempat terbit. Contoh: Teguh Triwiyanto. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
  5. Untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Contoh: Penduduk desai itu lebih dari 1.000.000 orang

2. Tanda koma (,)

Tanda baca koma memiliki beberapa fungsi, yakni:
  1. Digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan. Contoh: Apel, mangga, jambu merupakan buah kesukaanku
  2. Digunakan sebelum kata penghubung tetapi, melainkan, sedangkan dalam kalimat majemuk. Contoh: Aku ingin membeli tiket konser BTS, tetapi uangku belum cukup
  3. Memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya. Contoh: Kalau dia datang, aku tidak akan datang
  4. Digunakan di belakang penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian. Contoh: Dini siswa yang rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia berhasil mendapatkan beasiswa di universitas negeri
  5. Digunakan sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh: 25,3 kg

3. Tanda seru (!)

Tanda seru digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Contoh: Datanglah ke sekolah tepat waktu!

4. Tanda tanya (?)

Terdapat dua fungsi tanda tanya, yaitu:
  1. Digunakan pada akhir kalimat tanya. Contoh: Siapa yang duduk di sebelahmu?
  2. Digunakan di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang masih disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. Contoh: Di Indonesia terdapat lebih dari 100 (?) suku bangsa

5. Tanda titik dua (:)

Terdapat tiga fungsi tanda titik dua, yaitu:
  1. Digunakan pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau sebuah penjelasan. Contoh: Pasangan suami istri yang baru pindah itu membutuhkan: kursi, meja, dan lemari
  2. Digunakan sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian
  3. Digunakan dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan

6. Tanda titik koma (;)

Terdapat dua fungsi tanda titik koma, yakni:
  1. Pengganti kata penghubung untuk memisahkan satu kalimat setara dengan kalimat setara yang lain dalam kalimat majemuk. Contoh: Hari sudah malam; adik-adikku masih menonton televisi
  2. Untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma. Contoh: Kakak membeli buku, pensil, dan tinta; baju, rok, dan kaus; pisang, anggur, dan melon

7. Tanda hubung (-)

Beberapa fungsi tanda hubung ialah:
  1. Menandai bagian kata yang terpenggal oleh pergantian baris
  2. Menyambung unsur kata ulang. Contoh: anak-anak

8. Tanda petik (“...”)

Beberapa fungsi tanda petik antara lain:
  1. Mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain. Contoh: “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo dalam pidatonya
  2. Mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh: Marilah kita menyanyikan lagu “Indonesia Raya”

9. Tanda petik tunggal (‘...’)

Beberapa fungsi tanda petik tunggal antara lain:
  1. Mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain. Contoh: “Kudengar teriak saudaraku, ‘Ibu, Kakek datang!’, dan rasa lelahku lenyap seketika,” ujar Pak Bahri.
  2. Mengapit makna, terjemahan, maupun penjelasan kata atau ungkapan. Contoh: Retina ‘dinding mata sebelah dalam’

10. Tanda kurung ((...))

Terdapat dua fungsi tanda kurung, yakni:
  1. Mengapit tambahan keterangan atau penjelasan. Contoh: Sila baru saja memperpanjang surat izin mengemudi (SIM)
  2. Mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan. Contoh: Dia berangkat ke kantor selalu menaiki (bus) Transjakarta

11. Tanda pisah (—)

Tanda pisah memiliki beberapa fungsi, antara lain:
  1. Membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. Contoh: Kemerdekaan bangsa itu—saya yakin akan tercapai— diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri.
  2. Dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat yang berarti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’. Contoh: Tahun 2020—2022

12. Tanda elipsis (...)

Tanda elipsis digunakan untuk menunjukkan bahwa ada bagian yang dihilangkan dalam suatu kalimat atau kutipan. Contoh: Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa bahasa negara ialah …. …, lain lubuk lain ikannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perlu diingat, tanda elipsis didahului dan diikuti dengan spasi. Pada akhir kalimat, tanda elipsis juga diakhiri dengan tanda titik, sehingga jumlah titiknya menjadi empat buah.

13. Tanda kurung siku ([...])

Tanda kurung siku digunakan untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan atas kesalahan atau kekurangan dalam naskah asli yang ditulis orang lain. Contoh: Penggunaan bahasa dalam tugas akhir tentu harus sesuai [dengan] kaidah bahasa Indonesia.
 
Selain itu, tanda siku juga digunakan untuk mengapit keterangan pada kalimat penjelas yang terdapat dalam tanda kurung. Contoh: Persamaan kedua metode tersebut (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 30?32]) perlu dipaparkan sekarang.

14. Tanda penyingkat atau apostrof (‘)

Tanda penyingkat dipakai untuk menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun dalam konteks tertentu. Contoh: Mereka sudah pulang, ‘kan? (‘kan = bukan)
15. Tanda garis miring (/)
 
Beberapa fungsi tanda garis miring antara lain:
  1. Digunakan dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim. Contoh: Nomor: 9/PK/III/2021
  2. Pengganti kata dan, atau, serta setiap. Contoh: Harga kertas itu Rp2.500,00/lembar
Itulah pembahasan mengenai tanda baa beserta fungsinya. Mulai sekarang, mari biasakan menggunakan tanda baca yang tepat dalam penulisan. (Nurisma Rahmatika)
 
Baca: Frasa dan Klausa: Pengertian, Perbedaan, Contoh dalam Kalimat
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif