Atase Pendidikan dan Perguruan Tinggi Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Philomene Robin menyambangi Unair. DOK Unair
Atase Pendidikan dan Perguruan Tinggi Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Philomene Robin menyambangi Unair. DOK Unair

Perkuat Kerja Sama, Atase Pendidikan Kedubes Prancis Sambangi Unair

Renatha Swasty • 30 Maret 2022 18:50
Jakarta: Universitas Airlangga (Unair) terus bekerja sama dengan banyak mitra dari berbagai dunia. Kali ini, kerja sama dan kolaborasi dengan pemerintah Prancis diwakili Atase Pendidikan dan Perguruan Tinggi Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Philomene Robin.
 
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Unair sekaligus Direktur Airlangga Global Engagement (AGE) Iman Harymawan mengungkapkan hubungan antara Unair dan Prancis bukan hal baru. Kedua lembaga sudah berhubungan cukup lama, antara lain melalui international seminar, clinical elective, student research project, dan kegiatan student inbound lainnya.
 
Dosen Departemen Akuntansi itu menyebut banyak sekali sektor yang berpotensi besar dijajaki kerja sama. Seperti pertukaran staf dan mahasiswa, kolaborasi riset, program magang internasional, hingga perjanjian dua gelar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ini tidak terbatas beberapa courses saja, boleh lima, boleh 10. Yang pasti, hal ini harus disiapkan dengan baik,” ujar Iman dikutip dari laman unair.ac.id, Rabu, 30 Maret 2022.
 
Iman menjelaskan fasilitas yang dimiliki Unair sangat layak dijadikan pusat penelitian dan kegiatan kerja sama di antara dua pihak. Dalam bidang kesehatan, Unair memiliki rumah sakit umum, rumah sakit hewan, rumah sakit gigi dan mulut, rumah sakit untuk penyakit infeksi, hingga pusat farmasi.
 
Sementara itu, Atase Pendidikan dan Perguruan Tinggi Kedubes Prancis, Philomene Robin, mengaku senang bisa hadir dan menjajaki kerja sama dengan salah satu kampus terbaik di Indonesia. “Kami ingin lebih banyak mahasiswa Indonesia yang mampu belajar bersama di Prancis. Ini tentunya mampu meningkatkan hubungan di antara keduanya,” kata Philomene.
 
Dia menuturkan bahwa membuka kesempatan seluas-luasnya untuk mahasiswa Indonesia. Pemerintah Prancis membuka beasiswa kepada mahasiswa di seluruh dunia serta kesempatan bekerja setelah lulus. Philomene menyatakan Prancis termasuk dalam negara maju dalam inovasi dan penelitian.
 
“Dalam hal mahasiswa Indonesia yang menjalani studi di Prancis, dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa Indonesia selalu berfluktuatif, tidak selalu naik, ataupun sebaliknya. Mahasiswa tersebut umumnya berfokus pada studi pascasarjana,” tutur dia.
 
Philomene mengungkapkan ada beberapa bidang yang menjadi target prioritas kerja sama. Seperti pendidikan kedokteran hewan, agrikultural, penyakit tropis, studi kelautan, hingga studi politik.
 
“Bagi kami, double degree adalah salah satu opsi terbaik yang bisa dilakukan antara Unair dan Prancis,” kata Philomene.
 
Baca: UNAIR Buka Program Internasional Student Exchange Hingga Double Degree
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif