Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Komnas Perempuan Sebut Permendikbudristek PPKS Sebagai Langkah Progresif

Antara • 03 Desember 2021 16:14
Jakarta:  Ketua Komnas Perempuan, Andy Yentriyani mengatakan, bahwa lahirnya Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Permendikbudristek) Nomor 30 Tahun 2021 merupakan langkah progresif pemerintah untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.
 
"Khususnya kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi," kata Andy ketika memberi sambutan di seminar bertajuk “Kekerasan Seksual di Mata Orang Muda” yang disiarkan secara langsung di kanal YouTube Komnas Perempuan, dan disaksikan dari Jakarta, Jumat, 3 Desember 2021.
 
Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 merupakan peraturan yang membahas mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.  Kehadiran dari peraturan ini, tutur Andy melanjutkan, memberi harapan yang besar bagi korban untuk berani berbicara dan memperjuangkan hak-hak mereka yang direnggut oleh pelaku kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini terlihat bahwa segera setelah terbitnya kebijakan tersebut, kawan-kawan muda di berbagai kampus semakin kuat bergerak mendukung korban untuk mengungkapkan kondisi kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan mereka," ucap dia.
 
Andy berharap, melalui peraturan tersebut, korban kekerasan seksual dapat tertangani dengan lebih baik dan peristiwa serupa tidak lagi terulang.
 
Baca juga:  Perlu Ada Mekanisme Pelaporan Kekerasan Seksual dan Perundungan di Kampus
 
Sayangnya, Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 menuai polemik di tengah masyarakat. Beberapa pihak memandang bahwa lahirnya peraturan tersebut seolah memberi celah untuk melakukan zina di lingkungan perguruan tinggi.
 
Tujuan dari lahirnya Permendikbud Ristek Nomor 30 Tahun 2021 adalah untuk memberi payung hukum yang kuat dan menjadi upaya pencegahan terjadinya kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi.  Momentum menentang kekerasan seksual menjadi krusial dengan perhatian utama tertuju kepada gerak generasi muda, sebab masa depan bangsa Indonesia dan juga dunia terletak di tangan mereka.
 
"Kesempatan ini sangat perlu kita rebut dan memastikan bahwa generasi muda Indonesia menjadi motor untuk lahirnya generasi yang sehat di masa depan yang bebas dari kekerasan dan budaya patriarki," ujar Andy.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif