Dari kebutuhan tersebut, pihaknya telah merancang seleksi guru PNS secara bertahap hingga 2029. Untuk tahun 2027, ia memastikan akan diangkat sekitar 139 ribu guru PNS.
“Jadi nanti roadmap nya itu 2027, kami akan mengangkat 30 persen dari kebutuhan 464 itu (sekitar 139 ribu)," kata Mu'ti dalam Raker Komisi X DPR RI dikutip Rabu, 23 September 2026.
Kemudian pada tahun 2028, pihaknya akan kembali mengangkat sebanyak 30 guru menjadi PNS. Sisa 40 persen guru akan menjadi PNS pada tahun 2029.
"Kemudian 30 persen lagi di tahun 2028 dan 2029 kami mengangkat 40 persen,” kata Mu'ti.
Dia menyebut seleksi CPNS formasi guru akan terbuka diikuti oleh guru honorer, guru PPPK maupun lulusan baru atau fresh graduate. “Jadi kami terbuka tapi semuanya berbasis seleksi, sehingga yang disampaikan pimpinan InsyaAllah akan dapat bisa dipenuhi melalui seleksi terbuka tersebut,” kata Mu’ti.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama guru. Foto: Kemendikdasmen
Mu'ti mengungkapkan pihaknya sejauh ini sudah melakukan sejumlah rapat dengan Kementerian PANRB maupun Kementerian Keuangan. Koordinasi lintas kementerian ini dilakukan guna memadankan data terkait sebaran kekurangan maupun kekosongan formasi guru.
“Terkait jumlah guru, itu sudah kami bahas dengan Kementerian PANRB juga Kementerian Keuangan. Jadi Insya Allah datanya itu sudah kami padankan dan sudah rapat berulang kali,” kata Mu'ti.
Ia menuturkan pihaknya telah menyusun kebutuhan formasi guru secara detail berdasarkan per mata pelajaran serta per sekolah. Mu'ti mengatakan kebutuhan 464 ribu guru itu masih dinamis.
Mengingat, setiap tahun akan ada yang pensiun sehingga pemenuhan jumlah guru akan diselesaikan bertahap. "Di sinilah kemudian data itu kami buat secara dinamis yang mudah-mudahan nanti secara bertahap dapat kami lakukan pemenuhan jumlah guru," kata dia.