Menurut legenda bulu tangkis Indonesia itu, sekolah menjadi salah satu tempat utama dalam membangun fondasi kemampuan olahraga anak. Karena itu, persoalan pembelajaran olahraga sejak usia dini tidak boleh dibiarkan.
Taufik mengakui masih terdapat sejumlah masalah dalam pendidikan olahraga di sekolah. Mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kualitas tenaga pengajar.
"Memang ada problem. Karena yang sekarang itu kan kebanyakan di sekolah itu SD, SMP, apalagi sekolah negeri, satu fasilitasnya juga kurang," kata Taufik dalam siniar YouTube Totalpolitik dikutip Senin 31 Agustus 2026.
Baca juga:
10 Sekolah Terbaik di Jakarta dan Banten Versi Finalis OSN 2026 Terbanyak |
Persoalan tersebut, menurut dia, menjadi serius karena SD dan SMP merupakan tahap awal pembentukan kemampuan dasar seorang calon atlet. Jika fasilitas tidak meunjang di jenjang tersebut, maka fondasi atlet masa depan akan goyang.
"Karena bahan-bahan olahraga itu kan dari SD, SMP itu. Kalau kita fondasi enggak kuat mana bisa jadi atlet yang bener," ujarnya.
Taufik pun menyoroti pembinaan dan latihan olahraga kepada anak. Menurutnya materi yang diterima calon atlet akan menentukan terhadap perkembangan mereka.
"Kalau latihannya salah, ke sananya juga akan salah," tegas peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu.
Untuk memperbaiki persoalan tersebut, Taufik mengatakan Kemenpora telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kerja sama itu salah satunya diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kualitas guru olahraga di sekolah.
"Nah sekarang antara Kemenpora dengan Dikdasmen ini kita MOU kerja sama penguatan guru-guru olahraga," katanya.
Baca juga:
Gen Z Wajib Tahu! K3 di Era Digital Gak Cuma Soal Cegah Kecelakaan Kerja |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda