Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi

Mahasiswa Diharapkan Bantu Mengajar Saat PTM Terbatas

Ilham Pratama Putra • 11 Juni 2021 16:26
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar program kampus mengajar. Mahasiswa dapat mengajar di sekolah jenjang dasar dan menengah.
 
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah (Paud Dikdasmen) Kemendikbudristek, Jumeri menyatakan keterlibatan mahasiswa mengajar di sekolah sangat diharapkan. Utamanya, ketika pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
 
"Pada semester depan, sekolah-sekolah kita akan memulai pembelajaran tatap muka. Sudah barang tentu kehadiran mahasiswa ini akan sangat membantu bagi kelancaran pembelajaran tatap muka," kata Jumeri dalam peluncuran awal program Kampus Mengajar Angkatan 2 Tahun 2021 bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Jum'at 11 Juni 2021.

Baca: Kampus Mengajar Kembali Dibuka di 6.775 Sekolah
 
Menurut dia, kehadiran mahasiswa ini dibutuhkan karena PTM terbatas dilakukan secara bertahap. Belum semua pelajar masuk ke sekolah.
 
"Karena platform pembelajaran kita masih merupakan kombinasi antara pembelajaran pembelajaran jarak jauh dan tatap muka," ujar Jumeri.
 
Sebelumnya, program kampus mengajar angkatan pertama berhasil menyerap 14.000 mahasiswa. Pada tahun ini, rencananya 15.000 mahasiswa akan disebar untuk mengajar hingga di 6.775 sekolah.
 
"Kali ini adik-adik akan mengajar lebih dari 3.400 sekolah dasar dan 3.375 sekolah menengah pertama, untuk mendampingi para guru, mendampingi  kepala sekolah melatih tentang penggunaan teknologi dan memperkuat literasi," kata Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nizam.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA