Ilustrasi Dok. Freepik
Ilustrasi Dok. Freepik

Tanpa Harus ke Psikolog, Ini 4 Cara Profiling Anak Pesiapan Kuliah S1 Luar Negeri

Ilham Pratama Putra • 10 Agustus 2026 16:03
Ringkasnya gini..
  • Profiling penting dilakukan orang tua untuk memetakan kemampuan akademik, minat jurusan, serta pengalaman anak.
  • Profiling meliputi pengenalan minat, pemetaan akademik, dorongan kegiatan ekstrakurikuler, dan evaluasi profil.
  • Hasil pemetaan membantu menentukan fokus perbaikan, seperti kursus IELTS, penguatan nilai, atau portofolio.
Jakarta: Tahap profiling atau mengukur kesiapan anak berdasarkan profil yang dimiliki menjadi sangat penting dalam mempersiapkan pendidikan lanjut. Terutama, bagi anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
 
Profiling tak melulu harus dilakukan melalui uji secara psikologis oleh psikolog. Orang tua bisa melakukan profiling anak. 
 
Melansir unggahan akun Instagram @kobieducation, terdapat cara dan tips profiling anak yang dapat dilakukan oleh orang tua. Sebenarnya apa itu profiling? Simak informasi berikut ya!


Apa itu Profiling?


Profiling merupakan serangkaian proses yang digunakan untuk memetakan: 
  • Kemampuan akademik anak
  • Minat jurusan dan karier
  • Pengalaman serta aktivitas
Baca juga: Kehilangan Orang Tua di Usia 14, Putra Maluku Ini Raih Gelar Magister dan Jadi Valedictorian di Inggris  

Terdapat empat cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melakukan profiling pada anak yang ingin melanjutkan S1 ke luar negeri. Berikut caranya:
 

4 Cara Profiling Anak untuk S1 ke Luar Negeri


1. Ajak anak mengenali minatnya dulu
    
Tugas orang tua bukan untuk memaksakan pilihan anak yah, tapi membantu membaca pola. Dari sini, orang tua dan anak bisa mengetahui:
  • Pelajaran apa yang paling dinikmati anak?
  • Aktivitas apa yang bikin anak betah belajar?
  • Masalah apa yang menarik buat mereka pelajari?
Step ini penting untuk mengetahui, kira-kira jurusan S1 apa yang cocok dengannya.

2. Petakan kondisi akademiknya
    
Ajak anak untuk cek bersama:
  • Nilai Rapor
  • Mapel yang kuat dan lemah
Nah, dari sini coba Ayah dan Bunda nilai apa yang harus anak lakukan. Misal:
  • Memperbaiki nilai rapor
  • Ikut kursus IELTS/SAT
  • Atau menguatkan mata pelajaran tertentu

3. Dorong anak untuk aktif mengikuti kegiatan di luar kelas
    
Anak enggak perlu ikut semua kegiatan untuk menguatkan portofolio. Cukup pilih yang memang searah dengan target jurusan S1. Misal, target jurusan S1: Communication & Media Studies, maka rekomendasi kegiatan yang relate:
  • Lomba film pendek
  • Jadi PDD di kepanitiaan
  • Klub fotografi
  • Nulis di blog
Baca juga: Menyusun Karya Ilmiah Lebih Makin Praktis! UNJ Ajarkan Guru Akuntansi Manfaatkan AI  

4. Baca bagian profil anak yang masih bisa dikuatkan
    
Dari semua kegiatan dan profil anak yang sudah dipetakan, coba review kembali bagian apa yang masih bisa dikuatkan, misal:
  • Sudah kuat secara akademik, tetapi belum punya proyek
  • Aktif berorganisasi, tetapi jurusan tujuannya belum jelas
  • Punya banyak aktivitas, tetapi belum konsisten
  • Udah tahu mau jurusan apa, tapi kemampuan bahasa Inggrisnya belum cukup.
Nah, itulah cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu profiling anak. Semoga informasi ini membantu yaa.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan